#SelaSastra 3 November 2015

Tips-Tips Praktis Dalam Menulis Fiksi

Pembuka Cerita

Diantara kita pasti pernah membaca novel atau cerita pedek kan? Pernah nggak, baru baca beberapa halaman atau baru baca beberapa paragraph, udah nggak mau lanjut baca lagi? Pernah nggak menemukan kalimat awal atau paragraph awal yang membosankan? Itulah kenapa seorang penulis yang baik harus bisa membuka ceritanya dengan sebuah awalan yang membuat pembaca terus penasaran dan terhanyut hingga ceritanya berakhir. Banyak penulis yang memiliki ide cemerlang namun gagal dalam membuka ceritanya. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah kalimat atau awalan yang baik:

  1. Buatlah kalimat yang simple. Sebisa mungkin hindari kalimat panjang yang membuat pembaca buku kita bosan. Sekali-sekali jangan pernah memulai kalimat pertama dengan bahasan yang bertele-tele.
  2. Cobalah untuk mencari sesuatu yang berbeda dari tema yang diangkat.
  3. Nggak ada salahnya memulai kalimat pertama dengan sebuah quoteatau kutipan yang membuat orang penasaran lebih jauh dengan buku yang mereka baca.
  4. Ciptakan karakter yang kuat semenjak dari awal kalimat atau awal cerita.

Suspensi = Kejutan = Dramatisasi

Banyak pembaca yang meninggalkan buku bacaannya karena bosan. Ada banyak alasan kenapa sebuah buku itu membosankan, mulai dari penyajiannya yang biasa-biasa saja, hingga tidak adanya masalah atau kejutan atau twist yang mereka dapatkan dari buku tersebut. Ada banyak penulis yang tidak mampu menyajikan tulisannya dengan baik sehingga buku yang mereka tulis terkesan membosankan dan ditinggalkan pembaca. Berikut ini terdapat beberapa tips yang untuk menambah ‘bumbu’ dalam penyajian tulisan:

  1. Kuasai tema yang akan ditulis. Ini hukumnya wajib. Seorang penulis harus tau apa yang mereka tulis. Kalau perlu lakukan riset yang mendalam tentang tema yang akan ditulis.
  2. Ciptakan plot twist ataupun penokohan yang membuat pembaca penasaran. Kalau perlu dramatisir cerita yang dibuat. Tapi ingat, jangan berlebihan.
  3. Tidak ada salahnya mencoba membuat plot yang melompat-lompat, tetapi masih dengan alur yang harmonis.
  4. Panjang pendek kalimat harus disesuaikan dengan kondisi emosi yang dibangun dalam tulisan tersebut.
  5. Berpikirlah out of the box.

Logika Cerita dan Dialog

Logika cerita merupakan salah satu poin yang harus dijaga konsistensinya. Hal ini akan sangat mempengaruhi keseuruhan cerita. Jangan sampai ada bagian yang menjadi tidak logis dan tidak lekat dengan cerita yang dibangun. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk membuat logika cerita atau dialog:

  1. Setiap bagian yang diceritakan dalam tulisan haruslah sesuatu yang masuk akal.
  2. Ciptakanlah tokoh dengan karakter yang konsisten.
  3. Kesesuaian lainnya seperti umur, status sosial, jenjang pendidikan, lokasi dan lain sebagainya harus selalu diperhatikan. Jangan memaksakan sesuatu yang malah akan membuat cerita menajadi tidak logis.
  4. Buatlah pembaca yakin kalau cerita yang disusun berdasarkan pada kenyataan yang sebenarnya dan dengan logika yang dapat dipahami oleh pembaca kebanyakan.

Eksplorasi Setting

Setting atau latar belakang adalah sebuah kekuatan dalam tulisan, yang jika berhasil dibangun dengan baik maka akan semakin memperindah sebuah cerita dan menguatkan cerita itu sendiri. Berikut ini ada beberapa tips dalam menciptakan setting yang baik:

  1. Kumpulkan data tentang setting yang akan dibuat. Jangan pernah mengandalkan apa yang diketahui saja, karena ini akan menjadi pelemah cerita yang ditulis. Kalau memungkinkan kunjungilah lokasi yang menjadi latar belakang dalam cerita.
  2. Data yang sudah dikumpulkan tadi sebisa mungkin dipilah terlebih dahulu agar tidak ‘membebani’ cerita dengan bagian-bagian yang tidak penting. Data yang didapatkan tidak harus dimasukkan semuanya kedalam cerita.
  3. Data yang didapat sebisa mungkin dikemas dalam sebuah alur cerita yang padu, baik itu dalam bentuk narasi maupun dalam kalimat-kalimat dialog.
  4. Hindarilah menjadi reporter yang melaporkan semuanya. Ini hanya akan mencederai cerita yang kita bangun.
  5. Berpikirlah dari sudut pandang lainnya, terutama sudut pandang pembaca.
  6. Tidak ada salahnya mencoba mengembangkan sebuah settingancerita dalam dialog-dialog antar tokoh yang ada dalam cerita.

Materi #selasastra 3 November 2015
[dengan perubahan oleh Tim Admin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *