#Selasa Kreatif 19 Januari 2016

Selamat malam teman-teman KBY dimanapun berada.

Apa kabar di malam ini? Sehat kah?

Sesuai janji saya tadi siang, Selasa malam kali ini akan diisi dengan #SelasaKreatif.

Di #SelasaKreatif hari ini saya akan berbagi sedikit mengenai cara-cara merawat buku agar tetap awet.

Sebelumnya saya mau bertanya, disini siapa yang koleksi bukunya yang sudah mencapai 2000 judul? Repot nggak sih merawatnya? Banget kan?

Berikut ada beberapa tips yang dapat disimak supaya buku koleksi teman-teman tetap awet:

  1. Sampul dengan rapi.

Pemberian sampul (terutama sampul plastik) ini ampuh banget untuk melindungi buku-buku koleksi dari serangan debu, kalaupun akhirnya tetap berdebu membersihkannya lebih mudah. Selain itu dengan disampul plastik juga akan menjaga ujung-ujung buku tetap dalam keadaan rapi dan terlihat bersih walaupun sudah lama.

Untuk teman-teman yang menyampul sendiri, jangan lupa pilihlah bahan sampul plastik yang agak tebal atau plastik berbahan doff, dan hindari bahan plastik lengket yang sering membuat buku-buku menempel satu sama lainnya. Dalam menyampul buku, salah satu hal yang harus diingat adalah jangan terlalu ketat, hal ini lama kelamaan malah akan membuat cover buku melengkung atau malah terlipat.

Kalau di Yogya sih enaknya beberapa toko buku sudah menyediakan jasa penyampulan gratis.

 

  1. Tata dengan posisi berdiri.

Alih-alih menyusun dengan ditumpuk, sebaiknya susunlah buku-buku koleksi dalam posisi berdiri. Kenapa? Dengan posisi berdiri, masih memungkinkan udara untuk masuk ke sela-sela buku. Selain mengganggu sirkulasi udara, penyusunan buku dengan cara ditumpuk ini juga bisa merusak buku. Dalam waktu lama hal ini akan merusak jilid buku dan covernya. Penyusunan buku dengan cara berdiri juga akan semakin memudahkan dalam pencarian. Oya, walaupun sudah d susun dengan cara berdiri, jangan lupa sisakan sedikit ruang kosong agar memudahkan dalam mengambil koleksi.

 

  1. Beri kapur barus (kamper)

Ada yang punya pengalaman ‘horor’ bukunya habis dilahap rayap? Atau malah lengket karna lembap?

Rayap dan lembap adalah dua musuh utama buku. Salah satu cara untuk mengusir rayap adalah dengan menebar kamper di rak atau lemari buku. Selain mengusir rayap, kamper juga ampuh untuk mengurangi bau tidak sedap. Kalau mau bahan yang alami, bisa menggunakan bubuk cengkeh untuk menjaga buku dari serangan rayap.

Untuk mengurangi kelembapan, bisa memakai alat penyerap kelembapan, banyak tuh dijual di supermarket-supermarket.

 

  1. Hindari melipat dan menekuk buku

Salah satu cara paling gampang untuk menandai halaman terakhir yang dibaca adalah dengan melipat atau menekuk buku. Tapi akibatnya adalah bekas lipatan atau tekukan yang merusak halaman buku. Untuk menghindari hal ini, gunakanlah pembatas buku.

Nah, makanya KBY rajin membagi-bagikan pembatas buku tiap kali ada acara ngumpul-ngumpul.

Kalau mau lebih kreatif, ada banyak hal yang bisa dijadikan pembatas buku. Mulai dari struk belanjaan, kertas bekas kalender, kartu nama, flyer, uang kertas, bahkan foto gebetan atau mantan. Untuk yang terakhir ini, pastikan selalu mengeluarkan foto (gebetan atau mantan) begitu selesai tugasnya sebagai pembatas buku. Nggak pengen kan kalau foto (gebetan atau mantan) ini ditemukan oleh peminjam buku yang ternyata, ehm, ……… (silakan lanjutkan sendiri).

 

  1. Keluarkan dari rak atau lemari buku secara rutin

Buku yang disimpan dan dibiarkan bertahun-tahun didalam lemari bisa sangat rawan dipenuhi debu, bahkan laba-laba suka iseng membikin sarang disana. Kelamaan didalam lemari juga nggak bagus untuk kesehatan buku, sirkulasi udara yang jelek akan merusak kondisi buku. Kalau ada waktu luang, nggak ada salahnya untuk membersihkan debu yang menempel sekalgus memberikan kesempatan bagi buku-buku tersebut untuk bernapas di luar rak. Mengeluarkan buku dari rak atau lemari ini bisa dilakukan satu atau dua bulan sekali, atau tiap minggu dicicil sedikit-sedikit. Tapi kalau jumlah koleksi sudah banyak banget, kok ini malah merepotkan ya?

 

Demikian beberapa tips merawat buku untuk sesi #SelasaKreatif malam hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Mungkin ada diatara teman-teman KBY yang ingin menambahkan beberapa tips agar buku koleksi terjaga keawetannya?

Atau mungkin ada yang mau pamer foto rak buku?

Atau ada yang mau berbagi cerita ‘horor’ mengenai buku kesayangannya?

Ditunggu loh.

 

Kertas berubah warna menjadi kekuningan karena telah mengalami proses oksidasi. Kayu yang diolah menjadi kertas mengandung zat yang disebut lignin dan selulosa. Lignin adalah kandungan zat dalam kayu yang berguna untuk mempertahankan kayu dari hama dan kerusakan.

Selain itu, zat lignin bisa membuat kayu keras dan berdiri tegak. Zat inilah yang digunakan untuk membuat kertas seperti karton dan dus. Semakin banyak lignin, maka semakin keras pula kertasnya dan berwarna coklat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *