#BBK 31 Januari 2016

Berkisah tentang Santiago seorang nelayan tua yang berpengalaman, Namun di suatu waktu, ia melewatkan delapan puluh empat hari tanpa menangkap seekor ikan pun.  Di masyarakat, ia mendapat julukan salao yaitu bentuk terburuk dari ketidakberuntungan. Karena sebutan itulah, Manolin, bocah laki-laki kecil yang sering membantunya, dilarang  oleh orang tunya untuk membantu Santiago dalam melaut, dan menyuruh Manolin untuk membantu nelayan-nelayan lain yang sukses dan lebih banyak menangkap ikan. Namun Manolin tidak perduli, dia tetap mengunjungi Santiago dengan membawakan makanan, Koran ataupun minuman atau mengajaknya berbincang mengenai laut atau pertandingan baseball.

Hingga pada suatu malam, tepat di hari kedelapan puluh lima, Santiago memutuskan pergi berlayar sendirian. Dengan perahu kecilnya dia mendayung dan mendayung hingga membawanya ke Gulf Stream yang terletak di Samudra Altantik. Gulf Stream sendiri terkenal dengan arus derasnya. Dia menunggu dan menunggu umpannya disambar ikan hingga putus asa. Pada siang hari umpannya disambar ikan marlin yang besarnya melebihi kapalnya. Santiago mencoba menarik namun malah justru dia ditarik oleh si marlin. Hal itu berlansung berhari-hari, meskipun ia terluka karena melawan tarikan si marlin dan lelah serta lapar, dia masih bertahan. Disatu saat Santiago membayakan betapa mahalnya daging marlin kalau nanti di jual. Namun sayang, ketika marlin sudah ditangkap, segerombolan ikan hiu datang mendekat karena bau darah marlin mencabik-cabik daging dan menyisakan kepala dan ekor. Santiago menyesal kenapa marlin tidak diangkutnya kedalam kapalnya, nasi sudah menjadi bubur, dia pulang setelah mengalahkan hiu.

Menuju rumahnya para nelayan yang melihat kapal Santiago terdapat ikan marlin berdatangan. Sementara Santiago tidur di gubuknya, dilihatnya Manolin datang dan bercerita nelayan-nelayan itu kagum, terheran-terheran Santiago dapat menangkap ikan marlin sebesar itu.

The Old Man and The Sea mendapat Pulitzer Prize karena narasinya yang kuat, ditambah dia juga merupakan Jurnalis. Pulitzer merupakan penghargaan tulisan yang berbau Jornalism yang berbasis di Amerika. Sedangkan Nobel Prize didapatnya dua tahun setelah Pulitzer. Kecenderungan Hemingway dalam menulis dipengaruhi oleh caranya mendapatkan ide, ide-ide sederhana yang dijumpainya sering dijadikan cerita. Inspirasinya dia menulis the Old Man on the Sea kebiasaannya memancing dan cerita nelayan tua dari Venezia Italia. Hemingway bertutur bahwa kehidupan itu kadang diatas kadang dibawah, perlu usaha keras, pengorbanan dan doa.  Jangan merehmekan mereka yang sebernarnya mempunyai potensi yang tidak terduga, seperti Santiago yang dianggap orang mempunyai ketidakberuntungan dalam melaut, namun dengan pembuktian adanya ikan marlin. Para nelayan mempercayai Santiaogo adalah nelayan yang hebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *