#Rabuku 3 Februari 2016

Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh

Penulis: Joe Navarro

Pernahkah merasa dianggap kurang “peka” sama orang terdekat? Jika ya, buku ini bisa menjadi referensi alternatif di rak buku, inspirasi menulis, atau jika sudah ada yang punya bukunya bisa sembari mengingat isinya kembali. Baiklah langsung saja berikut adalah gambaran kecil tentang buku Joe Navarro ini. Selamat menyimak.

Berikut ini adalah jenis-jenis statement yang sering dikatakan oleh pria dan wanita yang belum belajar untuk mengamati lingkungan mereka dengan efektif:

“Pacar saya baru saja meminta putus. Padahal saya tidak menyadari ia tidak bahagia dengan hubungan ini.”

“Saya pikir, bos cukup senang dengan kinerja saya. Saya tak sadar bahwa saya akan dipecat.”

“Guru anak saya mengatakan bahwa anak laki2 saya telah menjadi perokok aktif selama 3 tahun terakhir. Tetapi saya tak tahu akan hal itu.”

Tidak adanya kemampuan tersebut tidaklah mengejutkan. Karena sejak kecil, kita tak pernah dibiasakan untuk mengamati tanda-tanda nonverbal dari orang lain. Tak ada pelajaran di SD, SMP dan SMA atau bahkan di perguruan tinggi yang mengajarkan kesadaran terhadap situasi lingkungan sekitar. Jangan khawatir, kita dapat membaca isi hati orang lain tanpa melakukan percakapan sebelumnya, dan ini bukan hal yang tabu dan dapat dipelajari.

‘You see, but you do not observe. The distinction is clear’ (Sherlock Holmes Quote). Di sini kita akan belajar bagaimana pengamatan yang dimaksud oleh Sherlock Holmes. Membaca perilaku nonverbal/bahasa tubuh. Sebuah cara untuk menyampaikan informasi, seperti kata-kata. Tetapi “kata-kata”, yang diungkapkan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, sentuhan, gerakan fisik, postur, hiasan tubuh (pakaian/perhiasan), intonasi bahkan volume suara.

Siapapun orang yang memiliki tingkat kecerdasan normal dapat mempelajari komunikasi nonverbal, dengan tujuan memperbaiki diri kita. Faktanya sekitar 60-65% komunikasi antarpribadi terdiri dari perilaku nonverbal, dan saat bercinta, 100% komunikasi diantara pasangan terdiri dari komunikasi nonverbal.

Sejarah awalnya begini, pada tahun 1963, di Cleveland, Ohio, detektif Martin Mcfadden, seorang veteran perang berusia 39 tahun, melihat dua orang pria berjalan bolak-balik di depan jendela sebuah toko. Setelah beberapa kali melintas, kedua pria itu berkumpul di ujung jalan dan beberapa kali melintas dan beberapa kali menengok ke belakang. Karena khawatir kalau kedua orang tersebut melakukan tindakan kriminal untuk merampok toko tersebut. Dia menepuk salah seorang pria dan menemukan sebuah pistol yg disembunyikan. Detektif Mcfadden akhirnya dapat menangkap mereka dan menggagalkan rencana perampokan serta menyelamatkan nyawa sejumlah orang. Sejak 1968, peraturan memungkinkan polisi untuk menghentikan atau menggeledah individu yang mempunyai gelagat mencurigakan.

Jadi otak kita itu ada tiga bagian. Pada tahun 1953, ilmuwan pertama yang menyebut otak manusia sebagai otak triune adalah Paul Mclean. Triune terdiri otak reptil (stem), otak mamalia (limbic), dan otak manusia (neocortex). Nah otak limbic lah yang memainkan peran terbesar dalam mengatur ekspresi nonverbal dan dianggap sebagai otak yang paling jujur, sedangkan otak neocortex lebih komplek, bertanggung jawab atas kognitif (kesadaran) dan ingatan. Otak neocortex dianggap sebagai otak penipu, lebih proaktif daripada lambic yang lebih reaktif.

Lalu Respons dari otak Limbic itu ada 3, yang disebut 3F:

1. Membeku (Freeze): Ketika kita dimarahi orangtua sewaktu kecil kita memilih diam, itu adalah contoh dari respons membeku.

2. Menghindar (Flight): Contohnya ketika kita menjauh dari orang yang tidak kita suka.

3. Melawan (Fight): Contohnya membusungkan dada saat merasa terancam dan melebarkan jarak antar kaki sebagai penanda penguasaan wilayah.

Rata-rata kebanyakan orang dianggap tidak peka, oleh karenanya pembahasan selanjutnya akan langsung ke bagian terpenting dari buku ini, yakni mengetahui arti dari tiap tindakan bahasa nonverbal orang lain (mengetahui isi hati orang lain). Berikut contoh tindakan-tindakannya:

– mengangkat pundak dan menundukan kepala artinya kehilangan kepercayaan diri/rendah diri.

– menutup mata dengan tangan mengindasikan kebingungan, ketidakpercayaan, atau ketidakpuasan.

– sentuhan/usapan dibagian lekukan leher, leher, dahi, pipi biasanya untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

– tangan yang menyilang dan mencengkram dengan kuat mengindikasikan ketidaknyamanan.

– memicingkan mata disaat marah atau terganggu akan sesuatu yang tidak kita sukai.

– ibu jari dikantong menujukan status dan kepercayaan diri yang rendah.

Banyak yang sering menyebut bahwa mendeteksi kebohongan itu biasa menggunakan volume suara kecil, dan berjeda seperti sedang merangkai kata, lalu dengan gerak-gerik yang kurang nyaman. Namun, mendeteksi kebohongan itu paling susah dideteksi kak kata om Joe itu, bisa saja gejala yang disebutkan tadi karena gugup, kita cuma bisa memojokan si tersangka buat ngungkapin kejujuran, tanpa si tersangka menyadari kita sedang mendeteksi kebohongannya.

If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle, Sun Tzu.

Di tiap babnya, buku ini diisi dengan contoh kasus yang sering dihadapi Joe Navarro sebagai Agen FBI, jadi semacam Sherlock Holmes dikehidupan nyata. Selain itu, buku ini juga dilengkapi beberapa gambar pendukung, contohnya seperti berikut:

Tambahan saja, dulu bahasa nonverbal belum bisa dibuktikan secara ilmiah dan orang-orang enggan mempelajarinya walau sering berhadapan dengan komunikasi ini tetapi sekarang bisa dibuktikan seperti dengan alat pendeteksi kebohongan atau semacamnya. Bahasa tubuh kerap kali lebih jujur dari pernyataan verbal seseorang. Dan faktanya, para peneliti mengatakan bahwa yang dapat membaca dan memahami komunikasi nonverbal secara efektif serta mengatur bagaimana orang mempersepsikan dirinya akan menikmati kesuksesan dalam hidupnya dibanding yang tidak (Goleman, 1995, hal. 13-92).

Sampai di sini, jika ada yang bertanya spesifik pembahasan komunikasi nonverbal mengenai cinta, ada judul tersendiri bukan karya Joe Navarro, judulnya Love Signals. Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *