#Rabuku 10 Februari 2016

After The Quake

Penulis: Haruki Murakami

Buku ini merupakan kumcer Haruki Murakami. Cerpennya sendiri berjudul Super Frog Save Tokyo. Cerpen ini ditulis kurang lebih sebagai reaksi Murakami terhadap gempa bumi di Kobe pada tahun 1993 silam.

Sebelum masuk ke cerita, mari coba kita baca kalimat pertama cerpen ini, “Katagiri found a giant frog waiting him in his apartement.” Ya, katak raksasa mendadak muncul di kamar. Syok banget kan? Hal itulah yang terjadi pada Katagiri, salah satu tokoh utama dalam cerita ini.

Super Frog Saves Tokyo berawal dari Katagiri, seorang pegawai bank menemukan katak besar sedang menunggunya di apartemennya. Pada awalnya Katagiri benar-benar syok ada katak berukuran 6 kaki di ruang tengah, dan membuatkan secangkir teh untuk diminum berdua.

Butuh waktu yg lama untuk Katagiri mempercayai adanya katak sebesar itu, dia sampai mengira itu hanya kelakuan usil temannya yg memakai kostum kodok, hingga semacam jebakan acara tv. Tapi katak itu meyakinkan bahwa dirinya sungguh-sungguh katak.

Katagiri yg bekerja pada divisi peminjaman pada bank bernama Security Trust Bank itu mengira kalau kedatangan katak itu sebagai utusan geng preman untuk berkompromi soal peminjaman. Tapi sang kodok meyakinkan kalau itu bukan utusan geng atau semacamnya. Lalu pada akhirnya si katak( Frog) mengatakan dia kesini untuk menyelamatkan Tokyo dari kehancuran. Terjadi hening yg sangat lama antara Katagiri dan Frog.

Katagiri masih saja tidak percaya dengan ucapan Frog, bahkan ia sempat mencari-cari jika ada kamera tersembunyi di sudut-sudut apartemennya. Ia masih bingung dan syok ada kodok besar berkata hal seperti itu. Lalu sebelum melanjutkan, Katagiri bertanya apa ia kodok beneran atau bukan. Frog kembali meyakinkan dengan berkoak seperti kodok. Suara itu sampai menggoyangkan beberapa lukisan.

Setelah sedikit mempercayai kalo Frog itu sungguh-sungguh kodok, akhirnya Frog kembali menjelaskan kehancuran apa yg dimaksud Frog. Jadi frog mengabarkan akan adanya gempa bumi pada tanggal 18 Febuari 1995. Gempa ini akan lebih besar daripada gempa Kobe yg terjadi bulan lalu. Frog menjelaskan seberapa menyeramkan gempa itu, mulai dari gedung-gedung akan rubuh, rel-rel commuter akan anjlok dan 150ribu korban jiwa. Dan, yang lebih mengagetkannya lagi, titik episentrum gempa itu akan berada dibawah kantor Katagiri.

Frog mengatakan ia akan kebawah gedung kantor Trust Bank untuk melawan cacing raksasa. Lalu Katagiri bertanya cacing seperti apa. Frog menjawab cacing raksasa yg hidup dibawah tanah. Jika ia marah ia bisa membuat gempa bumi. Dan sekarang ia benar-benar marah.

Katagiri menanyakan mengapa dia marah. Frog pun tidak tahu, ia hanya menceritakan kalau Worm, si cacing raksasa, biasanya tidur panjang selama bertahun-tahun. Frog merasa jika gempa Kobe itu membangunkan monster itu hingga ia marah karena dibangunkan dari tidurnya. Frog menjelaskan bahwa Worm telah membesar karena menghisap banyak kebencian dari permukaan.

Selanjutnya, Frog mengajak Katagiri untuk ikut serta dalam misi tersebut. Katagiri menanyakan why me? Frog pun menjelaskan panjang lebar tentang masa lalu Katagiri yg sejak orang tuanya wafat, sudah bekerja untuk menghidupi dua adik kandungnya. Sampai kuliah dan kedua adiknya menikah. Itu sampai mengorbankan hampir separuh hidup Katagiri, bahkan sampai Katagiri tidak punya biaya untuk menikah.

Pada akhirnya, Katagiri masih menolak dengan berbagai alasan, dari fisiknya yg lemah, tidak punya kemampuan bela diri dan lain lain. Mengapa dari sekian ratusan ribu penduduk Tokyo, harus dia. Intinya kurang lebih begitu.

Frog lalu menyinggung masalah keungan Katagiri yg juga lagi ada hutang besar pada Big Bear Trading. Hutang dengan kondisi keuangan Katagiri pada saat itu tidak memungkinkan untuk membayarnya dengan cepat. Big Bear Trading juga mempunyai semacam Yakuza sebagai debt collector, dan ada backing politik yg kuat dibelakang mereka. Frog meyakinkan kalau masalah tersebut akan selesai besok pagi, tentunya untuk meyakinkan Katagiri agar mau bergabung dengannya. Setelah berbicara seperti itu, Frog meluncur di celah pintu keluar.

Keesokan harinya di kantornya, Katagiri mendapat telepon dari Shiraloka, sorang pengacara dari pihak Big Bear Trading, dia mengabarkan pada Katagiri semua permasalahan hutang Katagiri sudah lunas, dan akan dibuatkan nota pelunasannya oleh pengacaranya. Pengacaranya juga menyampaikan agar Katagiri tidak mengirimkan kodok besar sialan itu lagi ke rumah kliennya. Katagiri hanya mengangguk.

Pada saat makan siang, Frog kembali muncul dihadapannya. Katagiri menoleh kanan kiri takut dilihat teman-temannya kalau dia sedang berbicara dengan kodok besar. Frog meyakinkan kalau cuma Katagiri yg bisa melihat dia. Katagiri menanyakan mengapa bisa membuat Big Bear Trading melunasi hutangnya? Frog hanya sedikit menakutinya, dengan teror psikologi.

Lalu, Frog kembali menanyakan kesiapan dan kepercayaan Katagiri untuk menghdapi Worm. Rupanya Katagiri masih ragu-ragu. Katagiri mempermasalahkan beberapa penyakit diabetes, rabun dekat, dan kebotakannya. Tapi Frog meyakinkan dan mengatakan bahwa ‘Tokyo hanya dapat diselamatkan oleh orang sepertimu. Dan untuk orang sepertimu, aku juga akan menyelamatkan Tokyo.”

Katagiri akhirnya mengiyakan dan menanyakan apa starteginya. Frog menjelaskan bahwa ia dan Katagiri akan berada dalam semacam lorong sepanjang 150 kaki di bawah, tempat persembunyian Worm.

Pada tanggal 17 Febuari pada sore, Katagiri menanyakan strategi buat bertarungnya seperti apa, dengan enteng Frog menjawab ‘That’s what called Silence is gold’. Katagiri menanggapi startegi si Frog dengan tidak mengerti. Dan itu hanya satu satunya cara. Katagiri menanyakan juga bagaimana jika ia ketakutan di menit-menit akhir dan kabur begitu saja? Frog akan bertarung sendiri, dia akan memukul cacing tersebut seperti Anna Karenina memukul lokomotif yg sedang berjalan.

Pada tanggal 17 Februari ketika Katagiri menuju kantornya dengan dalih lembur, dia ditembak dekat pintu masuk kantor. Ia melihat seorang pria menggunakan jaket kulit dan memegang pistol hitam dan kecil. Dan pistol itu diarahkan padanya. Muka pria itu dingin. Pria itu mengarahkan pistolnya sekali lagi kearahnya. Dan ia teringat Frog pernah bilang teror sesungguhnya adalah ketika seorang pria terbawa imajinasinya‬. Lalu Katagiri terbangun, ia berada di kasur sebuah rumah sakit. Ia melihat suster mendatanginya, ia bertanya:

K: Sekarang jam berapa Sus?

S: Jam 9.50

K: Malem?

S: Dasar aneh, pagi lah.

K: Jam 9.50 pagi pada 18 Febuari 1995? Apa ada gempa di Tokyo pagi ini?

S: Tidak ada.

Katagiri merasa Frog berhasil mengalahkan Worm.

K:  Bagaimana kondisi luka tembak saya Sus?

S: Luka apaan?

K: Luka ditembak dua kali oleh seorang pria berwajah dingin.. Bahu kanan saya tertembak

S: Anda tidak tertembak. Malah justru berbaring di jalan, pingsan biasa. Semalam saya  melihat Anda seperti bermimpi buruk, dan menyebut Frog berkali-kali..

Katagiri malah bengong.

Malam harinya, Frog mendatangi Katagiri kembali. Katagiri menyesalkan hari itu dia ada insiden  buruk yg membuatnya tidak bisa datang menyisul Frog. Frog hanya menjawab ‘tidak apa-apa, kamu adalah bantuan terbesar ketika bertarung dengan Worm’. Katagiri telah melakukan  pekerjaan besar dalam mimpinya. Frog berhutang banyak terima kasih atas bantuan Katagiri dalam kemenangannya. Katagiri merasa ia tidak melakukan apa-apa, ia bahkan tidak ingat sedang bermimpi seperti apa.

Frog menjawab, ‘tidak apa-apa, lebih baik kamu tidak perlu mengingatnya. Lokasi pertarungan dahsyat itu ada pengalaman dan kegagalan, setiap kita adalah terbatas waktu, setiap dari kita pada akhirnya akan jatuh dan kalah. Seperti apa yg Hemmingway bilang, nilai yg paling berharga dari kita bukan dari apa yg kita menangkan, tapi bagaimana kita kalah. Saya dan Anda telah bersama mencegah kemusnahan Tokyo dan 150ribu korban jiwa.

Lalu Frog menceritakan pertarungan itu, kita sudah mengumpulkan semua keberanian yg kita punya, Anda memiliki kaki dengan tenaga generator yg mengisi tempat itu dengan cahaya, Worm mencoba menakutimu dengan hantu-hantu kegelapan. Tapi Anda tetap di tempat. Kegelapan dan cahaya bertarung dengan dahsyat. Worm coba membelitku, dia melumuriku dengan lendirnya. Aku mencabik-cabiknya hingga ada banyak sayatan ditubuhnya. Tapi Worm belum ingin mati, ia membelah dirinya menjadi banyak dengan potongan yg lebih kecil.

Frog terdiam kehabisan kata-kata. Ia menceritakan kembali, Fodor Dostoesky meemiliki kelembutan yg luar biasa, dia digambarkan ditinggalkan Tuhannya. Dia menemukan kualitas berharga dalam eksistensi manusia dalam paradoks mengerikan ketika seseorang menemukan Tuhan yg meninggalkannya. Aku menemukan diriku dalam  Dostoesky ‘white light’, Frog kembali kehabisan kata kata.

Frog meminta ijin untuk beristirahat, ia sudah kelelahan. Malah ia bilang setelah mengalahkan Worm, banyak terluka olehnya. Tapi ia ingin jujur pada Katagiri bahwa ia murni kodok. Tapi dalam waktu yg sama ada dirinya yg bukan kodok (unfrog)

Katagiri tidak mengerti. Frog kembali menjelaskan bahwa kedua itu beneran dia. Itu perasaan yg ia punya, apa yg Katagiri lihat dengan matanya tidak perlu nyata. Musuh Frog adalah dirinya di dalamnya. Di dalamnya bukan diri Frog. Otak Frog berlumpur, lokomotif akan datang. Frog ingin Katagiri tahu apa yg ia katakan.

K: Sudahlah tidurlah. Kamu akan menjadi lebih baik.

F : Aku akan pelan pelan menjadi lumpur.. Namun aku..

Frog berhenti dan koma. Setelah itu, Frog mati dengan menjijikan, keluar cairan putih yg muncrat sampai mengotori ruangan, di atas mata Frog keluar cacing dan belatung yang merembet ke seluruh ruangan. Melihatnya, Katagiri sampai teriak teriak.

Katagiri dibangunkan oleh suster karena melihatnya berteriak-teriak dalam tidur. Katagiri bersimbah keringat di seluruh tubuhnya.

S: Mimpi buruk lagi? Kasian..

K: Sangat berat..

S: Apa yg anda mimpikan?

Katagiri menjadi kesulitan membedakan kenyataan dan mimpi. Ia teringat apa yg Frog katakan, apa yg terlihat dengan mata tidak perlu nyata.

K: Frog..

S: Apa yg terjadi padanya?

K: Dia menyelamatkan Tokyo dari kehancuran gempa bumi. Dan dia sudah pergi. Aku pikir dia kembali ke lumpur dan tidak pernah kembali.

S: Kau menyukai Frog, Tuan Katagiri?

K: Lebih dari siapapun..

Katagiri menutup matanya dan tidur tenang.

Kurang lebih begitulah penggalan ceritanya. Bentuknya memang cerpen tapi konfliknya sudah seperti novel. Cerita ini panjangnya sekitar 30 halaman. Menelaah cerita ini, memang ada banyak hal yg tidak masuk akal, tapi seakan Murakami meminta untuk tidak mempertanyakannya, karena itu adalah dunianya sendiri. Dunia Murakami. Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *