Bengong Bersama KBY Februari 2018

Kedai Mare

Sabtu, 17 Februari 2018 16:00 – 18:00 (moderator: Yanuardhi)

Ulasan oleh Olive Hateem

Judul              : Alkudus

Penulis          : Asef Saeful Anwar

Penerbit        : Basabasi

Cetakan         : Pertama, April 2017

Tebal              : 268 halaman

ISBN               : 978-602-61160-0-0

 

 

: ha ba sin ro ya

 

“Kamu sudah baca Alkudus-nya Mas Asef?”

“Belum,” jawabku sambil diam-diam memasukkan Alkudus ke dalam daftar buku yang harus kubeli di awal 2018. “Bagus?”

“Um, gimana ya.” temanku garuk-garuk kepala dengan ekspresi ragu. “Ngantuk bacanya. Model kitab suci gitu lho, ada ayat-ayat dan kisah-kisah nabi.”

Eh?

 

Dibuka dengan perintah berbunyi “Sucikanlah dirimu sebelum menyentuh kitab ini dan letakkanlah kitab ini pada tempat yang tinggi lagi suci” dengan isi berupa ayat-ayat lengkap dengan catatan kaki, ternyata teman saya tidak bercanda menyebut buku ini sebagai kitab suci.

Diceritakan bahwa Alkudus berisi wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Erelah Sang Utusan, dicatat oleh sembilan pengikut setianya dan kemudian menjadi kitab suci bagi agama Kaib. Agama Kaib di sini tentunya merupakan agama fiksi karangan penulis, meskipun hanya dengan melihat Silsilah Keturunan Rasul Agama Kaib yang tertera di bagian depan pembaca akan langsung diingatkan kepada kitab suci agama Samawi, seperti Al-Qur’an dan Alkitab.

Keberanian Mas Asef dalam menggunakan gaya kitab suci dalam menulis Alkudus kiranya perlu diapresiasi, mengingat masih banyak kaum sumbu pendek di negeri kita tercinta ini. Pastinya beliau sudah siap akan risiko dituduh menista kitab suci—yang alhamdulillah sampai sekarang belum terjadi.

Awalnya, saya membaca Alkudus secara acak, berharap bahwa kisah-kisahnya masih bisa dipahami tanpa harus dibaca secara keseluruhan dari awal sampai akhir. Cukup memusingkan, ternyata. Meskipun ada banyak kemiripan dalam penamaan maupun kisah (manusia pertama bernama Dama dengan pasangannya Waha; peristiwa pembunuhan antar-saudara; anjuran untuk menikah; larangan bersifat munafik; perintah berkhitan bagi laki-laki; kisah lima pemburu; dan lain-lain), berbeda dengan proses membaca terjemahan Al-Qur’an dan Alkitab, masih ada ‘jarak’ antara saya dan Alkudus—hingga akhirnya saya baca ulang secara kronologis.

Ketika saya membaca Al-Qur’an, peristiwa yang terdapat di dalamnya terasa familiar dan ‘dekat’ karena latar belakang keluarga dan pendidikan. Begitu pula dengan Alkitab, ada bagian-bagian yang juga sudah pernah dibaca dan bisa ditanyakan kepada teman-teman yang beragama Nasrani.

Jarak tadi, saya rasa muncul karena (secara tidak sengaja) saya masih membandingkan Alkudus dengan Al-Qur’an dan Alkitab. Hal ini cukup mengganggu walau sepertinya tidak akan terhindarkan, karena saya tahu Alkudus pun mengacu kepada kitab-kitab agama Samawi.

Menjadi pembaca yang banyak mau dan gampang penasaran, saya merasa agak ‘tanggung’ dengan tokoh-tokoh Alkudus yang kebanyakan hanya dibahas sekali lewat—terutama Erelah dan Bakijah sendiri. Jika di Al-Qur’an kita bisa tahu sebab turunnya suatu ayat secara lebih lanjut dengan lebih detail dan lengkap, catatan kaki dalam Alkudus berhenti di situ. Ketiga mazhab yang dimaksud itu sebenarnya apa saja? Peristiwa ini mulainya seperti apa? Ayat ini dikaitkan ke ayat anu asal mulanya bagaimana? Di mana saya bisa baca Sabda Suci Erelah?

Masih mengenai tokoh, ada bagian-bagian di mana pembaca akan dipusingkan dengan nama-nama yang amat banyak. Berkali-kali saya kembali membuka Silsilah Keturunan Rasul Agama Kaib karena lupa sebenarnya siapa yang sedang diceritakan. Di sini kemudian muncul pertanyaan: pembaca macam apa yang diharapkan oleh Mas Asef? Hanya mereka yang terbiasa membaca kitabkah? (Wong kebanyakan orang saja malas membaca kitab suci agamanya sendiri, kok) Bagaimana dengan pembaca yang sama sekali asing dengan gaya kitab suci?

Yahmur adalah anaknya Lekhta anaknya Wasmed anaknya Lokat anaknya Keliat anaknya Riwama anaknya Nabasy anaknya Lehti anaknya Hujat anaknya Sittah anaknya Husah anaknya Filom anaknya Baikya anaknya Sana yang dikawinkan dengan Sibda yang lahir dari Rahim Esimar anaknya Dama dan Waha. Dialah penerus Samis yang satu garis menuju Nabasy.” (Yahmur: 34-35)

Sebagai novel eksperimental, saya rasa Alkudus bisa dibilang berhasil. Cara Mas Asef menyampaikan pesan-pesan didaktis secara implisit dengan kemampuannya dalam mengolah kata patut diacungi jempol. Aforisme yang dikemas dalam peristiwa-peristiwa kekinian serta bahasa yang (tentunya) jauh lebih lugas dibanding kitab suci sesungguhnya membuat saya tidak bisa berhenti membalik halaman hingga akhir.

“Tinggalkanlah untuk sementara waktu orang yang bersamamu ketika engkau marah agar kemarahan itu juga turut meninggalkanmu. Kemudian renungkanlah apa yang salah dan janganlah mencari siapa yang salah.” (Permulaan: 150)

 

Hal lain yang menjadi kelebihan novel ini bagi saya ialah konsep feminisme yang jelas terlihat. Mulai dari Erelah Sang Utusan yang merupakan seorang perempuan, sampai berbagai wahyu yang tidak menomorduakan perempuan laiknya yang masih banyak terjadi di dalam berbagai ajaran keagamaan. Feminisme sendiri sebetulnya sudah menjadi salah satu jenis pendekatan dalam studi agama sejak konsepsi bias gender mulai sering dibahas dalam berbagai kajian keagamaan. Tentu ada banyak yang menentang, dari pihak laki-laki pun perempuan itu sendiri, karena konstruksi sosial ini sudah dikultuskan sejak dahulu kala. Alkudus seolah menghadirkan angin segar yang mendukung rekonstruksi pemaknaan atas gender (peran, relasi, posisi sosial dan lainnya), yang entah disadari oleh penulisnya atau tidak.

 

Tuhanmu tidak memandang kalian sebagai lelaki atau perempuan, kecuali sebagai manusia.” (Permulaan: 5)

 

 

Menyelesaikan Alkudus, pembaca akan disadarkan bahwa Alkudus tidak lahir karena obsesi penulis menjadi nabi apalagi untuk mengoreksi kitab-kitab yang sudah ada—seperti yang suka dicandakan pembacanya—melainkan hanyalah upaya Mas Asef dalam menginterpretasi realitas yang ada, terutama dalam relasi antar-manusia. Seandainya suatu saat nanti, ada umat beragama yang benar-benar protes akan kehadiran Alkudus, dapat dipastikan bahwa ia belum membaca.

Sebagaimana yang telah tertulis dalam Nabasy ayat 1 dan 2: “Tidaklah menjadi dosa bagimu memikirkan pikiran orang lain. Namun, sungguh itulah perbuatan yang sia-sia dan dapat menyusahkan dirimu sendiri.” Ada baiknya jika kita membaca Alkudus tanpa perlu memikirkan pikiran Mas Asef saat menulis buku ini. Entah apa pun tujuannya, cukup serap anjuran untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan, lalu ceritakan kembali kisah-kisahnya, sebab segala cerita yang dibagikan adalah kebahagiaan meskipun kadang di dalamnya terdapat kesedihan. (Persebaran: 27)

Program Baru 2018

Halo, rekan-rekan Klub Buku Yogyakarta!

Tahun sudah berganti, KBY pun berubah dalam beberapa hal. Sabtu (20/1) kemarin diadakan rapat internal dan terjadi reorganisasi. Hari itu kami juga rapat agenda apa saja yang akan kami coba adakan selama tahun 2018. Kami butuh dukungan rekan-rekan agar semua program dapat dijalankan dengan baik. Jadi, inilah program kami di tahun 2018 berdasarkan hasil rapat:

A. PROGRAM OFFLINE

Program offline adalah program yang memungkinkan para anggota KBY dan teman-teman lain untuk bertatap muka. Kapan saja kita bisa berjumpa?

  1. BBK (Bengong Bersama KBY)

Bengong Bersama KBY atau yang sering disingkat BBK adalah kegiatan rutin bulanan KBY untuk bertatap muka dan berdiskusi membahas satu buku yang sudah ditentukan sebelumnya. Satu orang anggota KBY akan ditunjuk untuk jadi pemantik diskusi dan koordinator kegiatan online akan bertugas menjadi moderator untuk menggiring diskusi agar kondusif. BBK pertama akan diadakan Februari ini. Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Perpustakaan Jalanan

Setelah absen sekian lama, kali ini perpustakaan jalanan akan kembali hadir melapak beberapa koleksi KBY untuk dibaca teman-teman semua. Perpustakaan jalanan direncakan akan digelar pada bulan Maret, Mei, Juli, September, November. Apa sih perpustakaan jalanan?

Perpustakaan jalanan adalah perpustakaan yang dibuka di jalan, semua orang boleh berkunjung dan membaca di tempat. Bukunya belum bisa dibawa pulang, ya. Oya, kadang kami menyediakan kesempatan untuk mewarnai di tempat untuk teman-teman atau adik-adik yang ingin mewarnai. Tempatnya di mana? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. KBY Goes To Publisher

Yuk, kita berkunjung ke penerbit-penerbit yang ada di Yogyakarta untuk tahu seperti apa sih proses pembuatan buku! KBY goes to publisher rencananya akan diadakan 4 bulan sekali dimulai dari bulan April, Agustus, terkahir Desember 2018. Akan ke mana saja kita? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Workshop

Melihat antusiasme rekan-rekan datang ke workshop di Tahun Baru di JBS Musim Kelima kemarin, kami mengagendakan untuk mengadakan workshop lagi. Materi apa, kapan, dan siapa pematerinya? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Nonton Bareng KBY

Nah, ini nih agenda yang cukup seru: nobar. Tahun ini kami akan menggelar Nobar KBY untuk kemudian dilanjut berdiskusi tentang film yang selesai ditonton. Rencananya, nobar akan diadakan pada bulan Juni dan Oktober. Tunggu info lebih lanjut, yaa~

 

 

B. PROGRAM ONLINE

Program online adalah program yang diadakan tanpa perlu tatap muka, dilakukan remote via internet. Apa saja program online KBY tahun 2018?

  1. Diskusi Mingguan

Diskusi Mingguan adalah diskusi yang akan dilaksanakan rutin di WhatsAppp Klub Buku Yogyakarta dan semoga terjadwal. Hari-hari tersebut kami akan menunjuk salah satu anggota kami untuk menjadi pemantik diskusi dan diskusi akan dipandu oleh seorang penanggung jawab (PIC). Kami punya #SeninMovie untuk mengulas film, #SelaSastra untuk membahas dunia sastra, #RaBuku untuk membahas buku, #KamisLebihDekat untuk kepo-in sesama anggota KBY, #JumatBarokah untuk membahas segala hal yang barokah (filsafat, seni, cara mengupas nenas, dll), dan #SabtuKenangan untuk membahas hal-hal yang sudah terjadi di masa lampau tapi masih membekas di ingatan.

Berikut jadwal diskusi:

JUDUL DISKUSI JADWAL DISKUSI
#SeninMovie Minggu pertama dan ketiga
#SelaSastra Minggu kedua dan keempat
#RaBuku Minggu pertama dan ketiga
#KamisLebihDekat Minggu kedua dan keempat
#JumatBarokah Minggu pertama dan ketiga
#SabtuKenangan Minggu kedua dan keempat

 

  1. Satu Hari Satu Review

Agenda baru KBY yang satu ini diadakan di Instagram. Kalian yang belum bergabung jadi anggota juga boleh ikut mengirimkan ulasan buku dengan cara mengontak admin di kolom komentar atau DM.

 

  1. Satu Bulan Satu Tulisan

Sesuai permintaan rekan-rekan, tahun ini akhirnya KBY punya wadah bagi rekan-rekan yang senang menulis. Satu Bulan Satu Tulisan adalah program di mana setiap bulan akan ada satu tema yang dilempar di grup WhatsApp dan teman-teman bebas boleh menulis apa saja (esai, puisi, prosa) sesuai tema yang diberikan. Tenggat waktu akan diberikan di akhir bulan. Hasil tulisan kemudian akan diunggah ke blog Klub Buku Yogyakarta ini.

 

Gimana? Seru-seru, kan? Bagi kalian yang tertarik bergabung, sila kontak 0856-4771-8171 atau 0857-2666-8050. Syaratnya mudah: berpartisipasi aktif di forum. Sampai jumpa di salah satu kegiatan, yaa~

 

Salam,

Pengurus KBY

Pengalaman Membaca Puisi Bersama-sama

Sabtu, 17/6, Klub Buku Yogyakarta kembali mengadakan Bengong Bersama KBY sekaligus acara buka puasa bersama di Tlahab Java Kafe, Prawirotaman. Bulan Juni kemarin KBY membahas kumpulan puisi Joko Pinurbo yang berjudul Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. Anggota KBY hadir sebanyak 4 orang, tamu dari kontributor Wikipedia hadir sebanyak 4 orang, tamu dari luar (bukan member KBY dan/atau kontributor Wikipedia) hadir sebanyak 4 orang—menjelang acara selesai, datang satu member KBY yang terlambat karena tersesat mencari lokasi BBK. Acara dimulai pukul 4 sore, diawali dengan pengenalan siapa itu Joko Pinurbo (dikutip dari sini) oleh pembedah, Kak Ratna.

Kak Ratna membuka pembacaan puisi dari halaman 154, begini cuplikan puisinya:

 

Aku Tidak Pergi Ronda Malam Ini

 

Aku doakan semoga aman-aman saja

Kalau nanti bertemu maling,

ajak dia ke rumahku.

Hasil curiannya bisa kita bagi bertiga.

 

(2007)

 

Menurut Kak Ratna, puisi ini bercerita tentang ketidakadilan yang dibiarkan, terlihat dari maling yang dibiarkan mencuri bahkan terkesan dipersilakan. Pembacaan kemudian dilempar kepada teman-teman yang datang. Kak Gita mempunyai pembacaan lain; menurutnya puisi ini bercerita tentang ketidakbahagiaan rumah tangga, dimana si empunya rumah (‘aku’) mempersilakan maling untuk masuk dan merampok rumahnya sendiri untuk kemudian hasilnya dibagi. Pembacaan ketiga datang dari tamu (bukan member grup WhatsApp KBY), Kak Aan. Menurut Kak Aan, puisi ini mengambarkan persekongkolan, yaitu maling, ‘aku’, dan orang ketiga bersepakat membiarkan maling mencuri (di luar rumah ‘aku’) untuk kemudian hasilnya dibagi tiga.

Selanjutnya pembacaan bergerak mundur satu halaman, menuju halaman 153:

 

Bangkai Banjir

Rumahku keranda terindah untuknya

(2007)

 

Untuk puisi di atas, ada empat pembacaan dari beberapa kawan yang datang; pertama, puisi ini bercerita tentang seseorang yang dicintai si penyair dan si penyair ingin hidup sampai mati bersama cintanya ini; kedua, tentang pernikahan yang mengekang perempuan; ketiga, rumah yang dimakasud adalah segala yang ada di diri, dan si penyair ingin bilang bahwa dirinyalah yang cocok untuk cintanya, sampai mati; keempat, rumah dibaca sebagai simbol dari tempat yang nyaman dan keranda dibaca sebagai simbol kematian, yang kemudian dibaca sebagai cinta berarti sesuatu yang nyaman tetapi juga mematikan.

Pembacaan berlanjut satu-dua puisi. Setelah itu masing-masing orang yang datang diminta membacakan satu puisi favorit dari buku Selamat Menunaikan Ibadah Puisi dan memberikan pembacaan singkat atas puisi favorit tersebut. Pukul enam kurang beberapa menit acara diskusi ditutup dan dilanjutkan buka puasa bersama.

 

19430111_10211274948367311_1615236116887310964_n

#BBK April 2016

April

Hai teman-teman KBY dimanapun berada. Apa kabar? Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya ya.

Oya, pada kesempatan kali ini, kami akan mengumumkan mengenai #BBK bulan April 2016.

Bulan April selalu identik dengan Hari Kartini. Ada yang tau setiap tanggal berapa kita memperingati Hari Kartini?

Nah karena itu, sepertinya akan lebih afdol kalau kita berbincang-bincang, mengupas lebih dalam lagi mengenai RA Kartini dan semangat perjuangannya pada #BBK Bulan April 2016.

Untuk #BBK April 2016 sendiri akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 24 April 2016 di Dongeng Kopi, jam 12.30 – 15.00.

Lalu bukunya gimana?

Untuk #BBK kali ini, teman-teman sila membekali diri dengan segala macam bahan bacaan yang terkait dengan ‘Kartini dan Emansipasi’. Tidak terbatas pada satu buku atau bahan bacaan tertentu saja.

Dan seperti biasa, nggak lengkap #BBK tanpa kehadiran #KadoSilang. Jangan lupa, bawa satu buku yang dibungkus dengan kertas koran yang akan kita tukarkan pada hari H.

Untuk informasi lebih lanjut, sila mention @klubbuku_Yogya

Terimakasih.

#BBK 31 Januari 2016

Berkisah tentang Santiago seorang nelayan tua yang berpengalaman, Namun di suatu waktu, ia melewatkan delapan puluh empat hari tanpa menangkap seekor ikan pun.  Di masyarakat, ia mendapat julukan salao yaitu bentuk terburuk dari ketidakberuntungan. Karena sebutan itulah, Manolin, bocah laki-laki kecil yang sering membantunya, dilarang  oleh orang tunya untuk membantu Santiago dalam melaut, dan menyuruh Manolin untuk membantu nelayan-nelayan lain yang sukses dan lebih banyak menangkap ikan. Namun Manolin tidak perduli, dia tetap mengunjungi Santiago dengan membawakan makanan, Koran ataupun minuman atau mengajaknya berbincang mengenai laut atau pertandingan baseball.

Hingga pada suatu malam, tepat di hari kedelapan puluh lima, Santiago memutuskan pergi berlayar sendirian. Dengan perahu kecilnya dia mendayung dan mendayung hingga membawanya ke Gulf Stream yang terletak di Samudra Altantik. Gulf Stream sendiri terkenal dengan arus derasnya. Dia menunggu dan menunggu umpannya disambar ikan hingga putus asa. Pada siang hari umpannya disambar ikan marlin yang besarnya melebihi kapalnya. Santiago mencoba menarik namun malah justru dia ditarik oleh si marlin. Hal itu berlansung berhari-hari, meskipun ia terluka karena melawan tarikan si marlin dan lelah serta lapar, dia masih bertahan. Disatu saat Santiago membayakan betapa mahalnya daging marlin kalau nanti di jual. Namun sayang, ketika marlin sudah ditangkap, segerombolan ikan hiu datang mendekat karena bau darah marlin mencabik-cabik daging dan menyisakan kepala dan ekor. Santiago menyesal kenapa marlin tidak diangkutnya kedalam kapalnya, nasi sudah menjadi bubur, dia pulang setelah mengalahkan hiu.

Menuju rumahnya para nelayan yang melihat kapal Santiago terdapat ikan marlin berdatangan. Sementara Santiago tidur di gubuknya, dilihatnya Manolin datang dan bercerita nelayan-nelayan itu kagum, terheran-terheran Santiago dapat menangkap ikan marlin sebesar itu.

The Old Man and The Sea mendapat Pulitzer Prize karena narasinya yang kuat, ditambah dia juga merupakan Jurnalis. Pulitzer merupakan penghargaan tulisan yang berbau Jornalism yang berbasis di Amerika. Sedangkan Nobel Prize didapatnya dua tahun setelah Pulitzer. Kecenderungan Hemingway dalam menulis dipengaruhi oleh caranya mendapatkan ide, ide-ide sederhana yang dijumpainya sering dijadikan cerita. Inspirasinya dia menulis the Old Man on the Sea kebiasaannya memancing dan cerita nelayan tua dari Venezia Italia. Hemingway bertutur bahwa kehidupan itu kadang diatas kadang dibawah, perlu usaha keras, pengorbanan dan doa.  Jangan merehmekan mereka yang sebernarnya mempunyai potensi yang tidak terduga, seperti Santiago yang dianggap orang mempunyai ketidakberuntungan dalam melaut, namun dengan pembuktian adanya ikan marlin. Para nelayan mempercayai Santiaogo adalah nelayan yang hebat.

BBK Januari 2016

BBK Jan

Selamat pagi sahabat KBY dimanapun berada.

Setelah sukses mengadakan #BBK atau Bengong Bersama KBY sebanyak 3 kali, bulan Januari 2016 #BBK kembali hadir dan mengajak sahabat semua untuk bergabung membahas sebuah karya legendaris dari Ernest Hemingway. Ya, apalagi kalau bukan novel yang berjudul ‘The Old Man and The Sea’ atau Lelaki Tua dan Laut.

Yang menjadi tuan rumah #BBK bulan Januari 2016 ini adalah Kak Olih.

Penasaran dengan ulasan dan pembahasan novel yang berhasil merebutPulitzer tahun 1953 dan hadiah Nobel Sastra ditahun berikutnya ini?

Yuk datang dan ramaikan #BBK edisi Januari 2016 pada tanggal 31 Januari 2016, di Luk Coffee and Book, Jalan Cendrawasih No. 358b Pringwulung, Yogyakarta.

Dan seperti biasa, nggak afdol ngumpul-ngumpul apalagi #BBK tanpa kado silang. Sahabat yang berkenan, sila membawa satu buah buku berbungkus korang sebagai kado silang yang akan dipertukarkan pada hari H.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai #BBK Bulan Januari ini, sila mention di twitter @klubbuku_yogya.

Terimakasih.

#BBK Januari 2016

Selamat pagi sahabat KBY dimanapun berada. Setelah sukses mengadakan #BBK atau Bengong Bersama KBY sebanyak 3 kali, bulan Januari 2016 #BBK kembali hadir dan mengajak sahabat semua untuk bergabung membahas sebuah karya legendaris dari Ernest Hemingway. Ya, apalagi kalau bukan novel yang berjudul ‘The Old Man and The Sea’ atau Lelaki Tua dan Laut.

Yang menjadi tuan rumah #BBK bulan Januari 2016 ini adalah Kak Olih.

Penasaran dengan ulasan dan pembahasan novel yang berhasil merebutPulitzer tahun 1953 dan hadiah Nobel Sastra ditahun berikutnya ini?

Yuk datang dan ramaikan #BBK edisi Januari 2016 pada hari Minggutanggal 31 Januari 2016, di Luk Coffee and Book, Jalan Cendrawasih Ruko lt,2 No. 358b Pringwulung, Yogyakarta.

Dan seperti biasa, nggak afdol ngumpul-ngumpul apalagi #BBK tanpa kado silang. Sahabat yang berkenan, sila membawa satu buah buku berbungkus korang sebagai kado silang yang akan dipertukarkan pada hari H.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai #BBK Bulan Januari ini, sila mention di twitter @klubbuku_yogya.

Terimakasih.

old man

#BBK Desember 2015

5 cerpen

Siapa yang sudah baca cerpen ‘Lima Cerpen Sapardi Djoko Damono’ ini??

Jangan lupa ya..
Tanggal 13 Desember jam 10.00 – selesai.
Ada #BBK a.k.a Bengong Bersama KBY.

https://lakonhidup.wordpress.com/2014/02/09/lima-cerpen-sapardi-djoko-damono/

#BBK bulan Desember ini akan diadakan pada tanggal 13 Desember di Benteng Vredenburg jam 10.00 – selesai.

Dan seperti biasa, jangan lupa bawa satu buku dibungkus kertas koran untuk kado silang.

Ditunggu kedatangannya ya.

#BBK November

BBK Nov

BBK atau Bengong Bersama KBY ini mengadopsi kebiasaan beberapa orang member KBY yang sering ngumpul hanya untuk ngopi-ngopi, main poker, dan bengong.

Tentunya bengong yang nggak bermanfaat alias lebih banyak ghibah dan curhat nggak jelas.

Daripada nambah dosa, #BBK pun dipaksa beralih fungsi sebagai ajang diskusi buku bulanan. Untuk #BBK bulan November ini, buku yang akan di bahas bersama adalahRubuhnya Surau Kami, sebuah karya yang ditulis oleh AA Navis. Yang ingin dikirimi ebooknya, sila segera kirimkan alamat email.

#BBK akan diadakan tanggal 29 November 2015 jam 10.00 di Benteng Vredenburg. Tuan rumah #BBK bulan November adalah Kak @alandesoisons dan Kak @zarathustra.ahmad.

Dan seperti biasa, nggak lengkap kumpul-kumpul tanpa #KadoBuku. Jangan lupa bawa 1 buku, dibungkus kertas koran sebagai kado silang.

#BBK November

Hai sahabat KBY dimanapun berada. Apa kabar kalian dihari yang cerah ini? Sehat? Sudah makan belum? Sudah mandi? Sudah menyapa mantan? Konon katanya jomblo yang menyapa mantan tingkat kejombloannya akan bertambah 100% karena semakin susah untuk move on. #loh

Berikut ini ada beberapa informasi yang sayang untuk dilewatkan. Apa itu??

  1. Jangan lupa tanggal 29 November 2015 jam 10.00 bertempat di Benteng Vredenburg akan ada #BBK atau Bengong Bersama KBY. Bulan ini #BBK akan mendiskusikan salah satu karya AA Navis yang berjudul Rubuhnya Surau Kami. Teman-teman yang ingin dikirimkan ebooknya bisa meninggalkan alamat email.
  2. Ayo ikutan #BookstagramKBI2015 dan mention atau tag @KlubBuku_Yogya. Nanti pasti akan kami regram. Informasi lebih lengkap bisa mengunjungi ’ini
  3. Bulan November ini, Group WA KBY akan merayakan hari jadi yang pertama. Dan tim admin sepakat mengadakan Give Away untuk memperingati setahunnya terbentuknya Group WA KBY. Informasi lebih lengkapnya sila berkunjung ‘ke’.

Ditunggu partisipasinya yaa..