Rabuku 26 September 2018

Buku : Madre

Penulis : Dee Lestari

Penerbit : Bentang Pustaka

Pengulas Rabuku : Rahmat Ridwan

 

“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak seperempat Tionghoa, nenek saya ternyata tukang roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

Buku ini berisi 13 karya fiksi & prosa pendek. Ditulis dari tahun 2011-2017. Bukan cuma tema cinta-cintaan yang disuguhkan dalam antologi ini, melainkan berbagai tema lainnya; perjuangan sebuah toko roti yang mati suri, prosa kecil tentang dialog antara Ibu & janin yang masih di perut, kemerdekaan, dan prosa untuk persahabatan.

Madre.

Dimulai dari tokoh utama bernama Tansen; kulitnya hitam menggelap, hidungnya panjang, rambutnya kribo, terlihat kumel & dekil. Tercetak jejak Tionghoa & keturunan India. Nama panjangnya Tansen Roy Wuisan. Continue reading “Rabuku 26 September 2018”

Rabuku 03 Oktober 2018

Buku : The Smong Wave from Simeulue: Awakening and Changing

Pengulas : Maulina Muzirwan

 

Buku yang akan diulas dalam Rabuku malam ini berjudul The Smong Wave from Simeulue: Awakening and Changing. Penulisnya buku ini adalah Teuku Abdullah Sanny, yang juga merupakan dosen di ITB.

Buku setebal XXXII + 320 halaman ini sendiri diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue, pada tahun 2007, kurang lebih tiga tahun setelah gempa dan tsunami melanda ujung barat Indonesia.

Menariknya, buku ini dilengkapi dengan terjemahan bahasa Inggris yang diposisikan berdampingan. Jadi bisa dikatakan buku ini cukup ramah bagi para pembaca asing yang ingin mengetahui lebih banyak tentang buku ini.

Buku ini sendiri, terdiri dari 6 bagian, ya kurang lebih seperti laporan penelitian lapangan lah. Ada bagian pendahuluan (pada buku ini disebut prologue), sejarah mengenai Kabupaten Simeulue, sistem peringatan dini tradisional, dan penutup.

Diantara teman-teman, sudah adakah yang sebelumnya mendengar atau mengetahui tentang Smong? Continue reading “Rabuku 03 Oktober 2018”

KBY Berbagi : SD IT Ibnu Abas 2

Halo, teman-teman KBY 🤗

Kemarin (13/10) salah seorang perwakilan KBY bersama dengan teman-teman dari UII mengunjungi dan bermain bersama adik-adik dari SD IT Ibnu Abas 2, Pakem, Sleman.

Di sana, KBY bersama adik-adik yang lucu-lucu membaca salah satu buku yang berjudul ‘Kumpulan Cerita Rakyat Cina’.

Selain mengajak adik-adik membaca, KBY secara simbolis menyerahkan donasi buku dari Perpustakaan KBY kepada SD IT Ibnu Abas 2. Dan tentu saja, donasi ini bisa terlaksana berkat adanya kerjasama dengan berbagai pihak.

Untuk teman-teman dari UII dan SD IT Ibnu Abas 2 Pakem, terima kasih atas kehangatan dan kebersamaannya kemarin. Semoga di lain kesempatan kita masih bisa berjumpa dan semoga teman-teman KBY yang lainnya bisa ikut bergabung dan meramaikan acara.

Oya, kami selalu membuka kesempatan bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan bukunya melalui KBY. Untuk informasi lebih lanjut sila hubungi kami melalui:

IG: @klubbuku_yogya
Twitter: @klubbuku_yogya
Pos-el: klubbukuyogyakarta@gmail.com

Terima kasih dan salam literasi.

Bengong Bersama KBY Februari 2018

Kedai Mare

Sabtu, 17 Februari 2018 16:00 – 18:00 (moderator: Yanuardhi)

Ulasan oleh Olive Hateem

Judul              : Alkudus

Penulis          : Asef Saeful Anwar

Penerbit        : Basabasi

Cetakan         : Pertama, April 2017

Tebal              : 268 halaman

ISBN               : 978-602-61160-0-0

 

 

: ha ba sin ro ya

 

“Kamu sudah baca Alkudus-nya Mas Asef?”

“Belum,” jawabku sambil diam-diam memasukkan Alkudus ke dalam daftar buku yang harus kubeli di awal 2018. “Bagus?”

“Um, gimana ya.” temanku garuk-garuk kepala dengan ekspresi ragu. “Ngantuk bacanya. Model kitab suci gitu lho, ada ayat-ayat dan kisah-kisah nabi.”

Eh?

 

Dibuka dengan perintah berbunyi “Sucikanlah dirimu sebelum menyentuh kitab ini dan letakkanlah kitab ini pada tempat yang tinggi lagi suci” dengan isi berupa ayat-ayat lengkap dengan catatan kaki, ternyata teman saya tidak bercanda menyebut buku ini sebagai kitab suci.

Diceritakan bahwa Alkudus berisi wahyu-wahyu yang diturunkan kepada Erelah Sang Utusan, dicatat oleh sembilan pengikut setianya dan kemudian menjadi kitab suci bagi agama Kaib. Agama Kaib di sini tentunya merupakan agama fiksi karangan penulis, meskipun hanya dengan melihat Silsilah Keturunan Rasul Agama Kaib yang tertera di bagian depan pembaca akan langsung diingatkan kepada kitab suci agama Samawi, seperti Al-Qur’an dan Alkitab.

Keberanian Mas Asef dalam menggunakan gaya kitab suci dalam menulis Alkudus kiranya perlu diapresiasi, mengingat masih banyak kaum sumbu pendek di negeri kita tercinta ini. Pastinya beliau sudah siap akan risiko dituduh menista kitab suci—yang alhamdulillah sampai sekarang belum terjadi.

Awalnya, saya membaca Alkudus secara acak, berharap bahwa kisah-kisahnya masih bisa dipahami tanpa harus dibaca secara keseluruhan dari awal sampai akhir. Cukup memusingkan, ternyata. Meskipun ada banyak kemiripan dalam penamaan maupun kisah (manusia pertama bernama Dama dengan pasangannya Waha; peristiwa pembunuhan antar-saudara; anjuran untuk menikah; larangan bersifat munafik; perintah berkhitan bagi laki-laki; kisah lima pemburu; dan lain-lain), berbeda dengan proses membaca terjemahan Al-Qur’an dan Alkitab, masih ada ‘jarak’ antara saya dan Alkudus—hingga akhirnya saya baca ulang secara kronologis.

Ketika saya membaca Al-Qur’an, peristiwa yang terdapat di dalamnya terasa familiar dan ‘dekat’ karena latar belakang keluarga dan pendidikan. Begitu pula dengan Alkitab, ada bagian-bagian yang juga sudah pernah dibaca dan bisa ditanyakan kepada teman-teman yang beragama Nasrani.

Jarak tadi, saya rasa muncul karena (secara tidak sengaja) saya masih membandingkan Alkudus dengan Al-Qur’an dan Alkitab. Hal ini cukup mengganggu walau sepertinya tidak akan terhindarkan, karena saya tahu Alkudus pun mengacu kepada kitab-kitab agama Samawi.

Menjadi pembaca yang banyak mau dan gampang penasaran, saya merasa agak ‘tanggung’ dengan tokoh-tokoh Alkudus yang kebanyakan hanya dibahas sekali lewat—terutama Erelah dan Bakijah sendiri. Jika di Al-Qur’an kita bisa tahu sebab turunnya suatu ayat secara lebih lanjut dengan lebih detail dan lengkap, catatan kaki dalam Alkudus berhenti di situ. Ketiga mazhab yang dimaksud itu sebenarnya apa saja? Peristiwa ini mulainya seperti apa? Ayat ini dikaitkan ke ayat anu asal mulanya bagaimana? Di mana saya bisa baca Sabda Suci Erelah?

Masih mengenai tokoh, ada bagian-bagian di mana pembaca akan dipusingkan dengan nama-nama yang amat banyak. Berkali-kali saya kembali membuka Silsilah Keturunan Rasul Agama Kaib karena lupa sebenarnya siapa yang sedang diceritakan. Di sini kemudian muncul pertanyaan: pembaca macam apa yang diharapkan oleh Mas Asef? Hanya mereka yang terbiasa membaca kitabkah? (Wong kebanyakan orang saja malas membaca kitab suci agamanya sendiri, kok) Bagaimana dengan pembaca yang sama sekali asing dengan gaya kitab suci?

Yahmur adalah anaknya Lekhta anaknya Wasmed anaknya Lokat anaknya Keliat anaknya Riwama anaknya Nabasy anaknya Lehti anaknya Hujat anaknya Sittah anaknya Husah anaknya Filom anaknya Baikya anaknya Sana yang dikawinkan dengan Sibda yang lahir dari Rahim Esimar anaknya Dama dan Waha. Dialah penerus Samis yang satu garis menuju Nabasy.” (Yahmur: 34-35)

Sebagai novel eksperimental, saya rasa Alkudus bisa dibilang berhasil. Cara Mas Asef menyampaikan pesan-pesan didaktis secara implisit dengan kemampuannya dalam mengolah kata patut diacungi jempol. Aforisme yang dikemas dalam peristiwa-peristiwa kekinian serta bahasa yang (tentunya) jauh lebih lugas dibanding kitab suci sesungguhnya membuat saya tidak bisa berhenti membalik halaman hingga akhir.

“Tinggalkanlah untuk sementara waktu orang yang bersamamu ketika engkau marah agar kemarahan itu juga turut meninggalkanmu. Kemudian renungkanlah apa yang salah dan janganlah mencari siapa yang salah.” (Permulaan: 150)

 

Hal lain yang menjadi kelebihan novel ini bagi saya ialah konsep feminisme yang jelas terlihat. Mulai dari Erelah Sang Utusan yang merupakan seorang perempuan, sampai berbagai wahyu yang tidak menomorduakan perempuan laiknya yang masih banyak terjadi di dalam berbagai ajaran keagamaan. Feminisme sendiri sebetulnya sudah menjadi salah satu jenis pendekatan dalam studi agama sejak konsepsi bias gender mulai sering dibahas dalam berbagai kajian keagamaan. Tentu ada banyak yang menentang, dari pihak laki-laki pun perempuan itu sendiri, karena konstruksi sosial ini sudah dikultuskan sejak dahulu kala. Alkudus seolah menghadirkan angin segar yang mendukung rekonstruksi pemaknaan atas gender (peran, relasi, posisi sosial dan lainnya), yang entah disadari oleh penulisnya atau tidak.

 

Tuhanmu tidak memandang kalian sebagai lelaki atau perempuan, kecuali sebagai manusia.” (Permulaan: 5)

 

 

Menyelesaikan Alkudus, pembaca akan disadarkan bahwa Alkudus tidak lahir karena obsesi penulis menjadi nabi apalagi untuk mengoreksi kitab-kitab yang sudah ada—seperti yang suka dicandakan pembacanya—melainkan hanyalah upaya Mas Asef dalam menginterpretasi realitas yang ada, terutama dalam relasi antar-manusia. Seandainya suatu saat nanti, ada umat beragama yang benar-benar protes akan kehadiran Alkudus, dapat dipastikan bahwa ia belum membaca.

Sebagaimana yang telah tertulis dalam Nabasy ayat 1 dan 2: “Tidaklah menjadi dosa bagimu memikirkan pikiran orang lain. Namun, sungguh itulah perbuatan yang sia-sia dan dapat menyusahkan dirimu sendiri.” Ada baiknya jika kita membaca Alkudus tanpa perlu memikirkan pikiran Mas Asef saat menulis buku ini. Entah apa pun tujuannya, cukup serap anjuran untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan, lalu ceritakan kembali kisah-kisahnya, sebab segala cerita yang dibagikan adalah kebahagiaan meskipun kadang di dalamnya terdapat kesedihan. (Persebaran: 27)

Program Baru 2018

Halo, rekan-rekan Klub Buku Yogyakarta!

Tahun sudah berganti, KBY pun berubah dalam beberapa hal. Sabtu (20/1) kemarin diadakan rapat internal dan terjadi reorganisasi. Hari itu kami juga rapat agenda apa saja yang akan kami coba adakan selama tahun 2018. Kami butuh dukungan rekan-rekan agar semua program dapat dijalankan dengan baik. Jadi, inilah program kami di tahun 2018 berdasarkan hasil rapat:

A. PROGRAM OFFLINE

Program offline adalah program yang memungkinkan para anggota KBY dan teman-teman lain untuk bertatap muka. Kapan saja kita bisa berjumpa?

  1. BBK (Bengong Bersama KBY)

Bengong Bersama KBY atau yang sering disingkat BBK adalah kegiatan rutin bulanan KBY untuk bertatap muka dan berdiskusi membahas satu buku yang sudah ditentukan sebelumnya. Satu orang anggota KBY akan ditunjuk untuk jadi pemantik diskusi dan koordinator kegiatan online akan bertugas menjadi moderator untuk menggiring diskusi agar kondusif. BBK pertama akan diadakan Februari ini. Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Perpustakaan Jalanan

Setelah absen sekian lama, kali ini perpustakaan jalanan akan kembali hadir melapak beberapa koleksi KBY untuk dibaca teman-teman semua. Perpustakaan jalanan direncakan akan digelar pada bulan Maret, Mei, Juli, September, November. Apa sih perpustakaan jalanan?

Perpustakaan jalanan adalah perpustakaan yang dibuka di jalan, semua orang boleh berkunjung dan membaca di tempat. Bukunya belum bisa dibawa pulang, ya. Oya, kadang kami menyediakan kesempatan untuk mewarnai di tempat untuk teman-teman atau adik-adik yang ingin mewarnai. Tempatnya di mana? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. KBY Goes To Publisher

Yuk, kita berkunjung ke penerbit-penerbit yang ada di Yogyakarta untuk tahu seperti apa sih proses pembuatan buku! KBY goes to publisher rencananya akan diadakan 4 bulan sekali dimulai dari bulan April, Agustus, terkahir Desember 2018. Akan ke mana saja kita? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Workshop

Melihat antusiasme rekan-rekan datang ke workshop di Tahun Baru di JBS Musim Kelima kemarin, kami mengagendakan untuk mengadakan workshop lagi. Materi apa, kapan, dan siapa pematerinya? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Nonton Bareng KBY

Nah, ini nih agenda yang cukup seru: nobar. Tahun ini kami akan menggelar Nobar KBY untuk kemudian dilanjut berdiskusi tentang film yang selesai ditonton. Rencananya, nobar akan diadakan pada bulan Juni dan Oktober. Tunggu info lebih lanjut, yaa~

 

 

B. PROGRAM ONLINE

Program online adalah program yang diadakan tanpa perlu tatap muka, dilakukan remote via internet. Apa saja program online KBY tahun 2018?

  1. Diskusi Mingguan

Diskusi Mingguan adalah diskusi yang akan dilaksanakan rutin di WhatsAppp Klub Buku Yogyakarta dan semoga terjadwal. Hari-hari tersebut kami akan menunjuk salah satu anggota kami untuk menjadi pemantik diskusi dan diskusi akan dipandu oleh seorang penanggung jawab (PIC). Kami punya #SeninMovie untuk mengulas film, #SelaSastra untuk membahas dunia sastra, #RaBuku untuk membahas buku, #KamisLebihDekat untuk kepo-in sesama anggota KBY, #JumatBarokah untuk membahas segala hal yang barokah (filsafat, seni, cara mengupas nenas, dll), dan #SabtuKenangan untuk membahas hal-hal yang sudah terjadi di masa lampau tapi masih membekas di ingatan.

Berikut jadwal diskusi:

JUDUL DISKUSI JADWAL DISKUSI
#SeninMovie Minggu pertama dan ketiga
#SelaSastra Minggu kedua dan keempat
#RaBuku Minggu pertama dan ketiga
#KamisLebihDekat Minggu kedua dan keempat
#JumatBarokah Minggu pertama dan ketiga
#SabtuKenangan Minggu kedua dan keempat

 

  1. Satu Hari Satu Review

Agenda baru KBY yang satu ini diadakan di Instagram. Kalian yang belum bergabung jadi anggota juga boleh ikut mengirimkan ulasan buku dengan cara mengontak admin di kolom komentar atau DM.

 

  1. Satu Bulan Satu Tulisan

Sesuai permintaan rekan-rekan, tahun ini akhirnya KBY punya wadah bagi rekan-rekan yang senang menulis. Satu Bulan Satu Tulisan adalah program di mana setiap bulan akan ada satu tema yang dilempar di grup WhatsApp dan teman-teman bebas boleh menulis apa saja (esai, puisi, prosa) sesuai tema yang diberikan. Tenggat waktu akan diberikan di akhir bulan. Hasil tulisan kemudian akan diunggah ke blog Klub Buku Yogyakarta ini.

 

Gimana? Seru-seru, kan? Bagi kalian yang tertarik bergabung, sila kontak 0856-4771-8171 atau 0857-2666-8050. Syaratnya mudah: berpartisipasi aktif di forum. Sampai jumpa di salah satu kegiatan, yaa~

 

Salam,

Pengurus KBY

Pengalaman Membaca Puisi Bersama-sama

Sabtu, 17/6, Klub Buku Yogyakarta kembali mengadakan Bengong Bersama KBY sekaligus acara buka puasa bersama di Tlahab Java Kafe, Prawirotaman. Bulan Juni kemarin KBY membahas kumpulan puisi Joko Pinurbo yang berjudul Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. Anggota KBY hadir sebanyak 4 orang, tamu dari kontributor Wikipedia hadir sebanyak 4 orang, tamu dari luar (bukan member KBY dan/atau kontributor Wikipedia) hadir sebanyak 4 orang—menjelang acara selesai, datang satu member KBY yang terlambat karena tersesat mencari lokasi BBK. Acara dimulai pukul 4 sore, diawali dengan pengenalan siapa itu Joko Pinurbo (dikutip dari sini) oleh pembedah, Kak Ratna.

Kak Ratna membuka pembacaan puisi dari halaman 154, begini cuplikan puisinya:

 

Aku Tidak Pergi Ronda Malam Ini

 

Aku doakan semoga aman-aman saja

Kalau nanti bertemu maling,

ajak dia ke rumahku.

Hasil curiannya bisa kita bagi bertiga.

 

(2007)

 

Menurut Kak Ratna, puisi ini bercerita tentang ketidakadilan yang dibiarkan, terlihat dari maling yang dibiarkan mencuri bahkan terkesan dipersilakan. Pembacaan kemudian dilempar kepada teman-teman yang datang. Kak Gita mempunyai pembacaan lain; menurutnya puisi ini bercerita tentang ketidakbahagiaan rumah tangga, dimana si empunya rumah (‘aku’) mempersilakan maling untuk masuk dan merampok rumahnya sendiri untuk kemudian hasilnya dibagi. Pembacaan ketiga datang dari tamu (bukan member grup WhatsApp KBY), Kak Aan. Menurut Kak Aan, puisi ini mengambarkan persekongkolan, yaitu maling, ‘aku’, dan orang ketiga bersepakat membiarkan maling mencuri (di luar rumah ‘aku’) untuk kemudian hasilnya dibagi tiga.

Selanjutnya pembacaan bergerak mundur satu halaman, menuju halaman 153:

 

Bangkai Banjir

Rumahku keranda terindah untuknya

(2007)

 

Untuk puisi di atas, ada empat pembacaan dari beberapa kawan yang datang; pertama, puisi ini bercerita tentang seseorang yang dicintai si penyair dan si penyair ingin hidup sampai mati bersama cintanya ini; kedua, tentang pernikahan yang mengekang perempuan; ketiga, rumah yang dimakasud adalah segala yang ada di diri, dan si penyair ingin bilang bahwa dirinyalah yang cocok untuk cintanya, sampai mati; keempat, rumah dibaca sebagai simbol dari tempat yang nyaman dan keranda dibaca sebagai simbol kematian, yang kemudian dibaca sebagai cinta berarti sesuatu yang nyaman tetapi juga mematikan.

Pembacaan berlanjut satu-dua puisi. Setelah itu masing-masing orang yang datang diminta membacakan satu puisi favorit dari buku Selamat Menunaikan Ibadah Puisi dan memberikan pembacaan singkat atas puisi favorit tersebut. Pukul enam kurang beberapa menit acara diskusi ditutup dan dilanjutkan buka puasa bersama.

 

19430111_10211274948367311_1615236116887310964_n

Oleh-Oleh Expo Komunitas

Minggu, 21 Mei 2017 kemarin, Klub Buku Yogyakarta ikut Expo Komunitas bersama sekitar 20-an komunitas lain yang diadakan oleh Forum Jogja Peduli di Balai Kota Yogyakarta. Salah satu rangkaian acaranya adalah pelatihan jurnalistik. Nah, berikut materi yang didapat dari Kak Risan, salah satu anggota KBY yang mewakili ikut pelatihan tersebut. Cekidoooott~

 

 

Pelatihan jurnalistik, 21 Mei 2017 di Balai Kota Yogyakarta
SIARAN PERS UNTUK KOMUNITAS: MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN MEDIA
oleh Agus Purwandono

Jurnalis Kedaulatan Raktyat
Ghost writer dan biograf
Founder KR Academy Warungkata.co

Sifat tulisan dalam pers dibedakan menjadi:

1. Pribadi tertutup
Tulisan jenis ini sepertinya sudah jarang dilakukan orang. Tulisan sangat pribadi dan dirahasiakan.
2. Publik terbatas
Tulisan untuk disebarluaskan pada publik terbatas/internal.
3. Pribadi terbuka
Internet dan media sosial membuat tulisan jenis ini menjadi marak.
4. Publik terbuka
Tulisan untuk disebarluaskan pada publik yang luas, baik internal maupun eksternal

Untuk menyebarkan informasi mengenai suatu peristiwa maka dibutuhkan press release atau siaran pers

Apa itu press release?
“PR adalah tentang reputasi – hasil dari apa yang Anda lakukan, apa yang Anda katakan dan apa yang orang lain katakan tentang Anda. ” -Chartered Institute of Public Relations
Umumnya, press release adalah komunikasi tertulis berisi informasi resmi, tentang sebuah peristiwa, pernyataan, kondisi tertentu, atau kejadian lain yang umumnya terkait dengan individu, perusahaan bisnis atau organisasi. Tujuan utama dari semua siaran pers adalah untuk mempromosikan sesuatu yang spesifik, seperti sebuah peristiwa, prestasi, perubahan, atau kejadian yang signifikan

Contoh hal-hal yang memerlukan press release

• Memberikan penjelasan atas sebuah krisis yang melibatkan perusahaan/lembaga/individu
• Memberikan informasi terhadap konsumen (terkait produk)
• Peluncuran produk baru. Informasi tentang acara yang akan, sudah atau sedang diselenggarakan
• Mengenalkan pemimpin baru

Sebelum membuat press release tentukan dulu

Topik : Apa yang akan dibahas?
Tujuan : Untuk apa diterbitkan
Jenis/bentuk: Jenis/bentuk mana yang dipilih?
Pembaca sasaran: Siapa pembaca yang dituju?

 

Tips membuat press release

• Pastikan seorang jurnalis tidak perlu membaca lebih jauh untuk mengetahui esensi ceritanya.
• Untuk pengumpulan bahan dapat melalui proses wawancara, observasi, dan riset/dokumentasi
• Jangan berasumsi jurnalis adalah pakar . Buat press release ringkas namun “berisi” dan akhiri dengan jelas
• Sertakan rincian kontak Anda untuk wartawan untuk mengetahui lebih lanjut – letakkan ini di bawah pernyataan ENDS. Perhatikan apa yang ada dalam siaran pers Anda, pastikan itu akurat. Terkadang Anda mungkin perlu mengirimkan siaran pers yang diembargo sampai tanggal dan waktu tertentu. Artinya media tidak bisa melapor sampai tanggal dan waktu.
• Sertakan beberapa pilihan foto serta caption atau keterangan foto
• Bagian atas naskah berisi “Untuk Disiarkan Segera” atau “Untuk Disiarkan Tanggal …” Headline. Judul siaran pers, layaknya judul berita yang harus menggambarkan isi siaran pers. Dateline. Baris Tanggal. Berisi nama kota dan tanggal. Body. Konten atau isi siaran pers, terdiri dari Lead (Teras) dan Tubuh Berita (Body). Info Lembaga. Di bagian akhir naskah, cantumkan informasi tentang lembaga atau instansi yang mengirimkan rilis. Informasi Kontak. Setelah itu, di bawahnya dicantumkan nama dan alamat lembaga, no. telepon, fax, email, website, termasuk CP (Contact Person/narahubung) yang bisa dihubungi.
Contoh press release

Program KBY 2017

Apa kabar, Mblo? Masih menjomblo atau sedang merancang rencana balikan sama mantan (tapi gagal)? Kami cuma tanya, kok, nggak usaha dijawab serius sampai air mata menetes gitu…

Tahun 2017 sudah berjalan sebulan, Januari sudah habis, kami rasa sudah waktunya buat mengumumkan program baru KBY untuk setahun ke depan. Ini dia~

Program Online

#SeninMovie: Suka nonton film? Kepingin mengulas dan gosipin film yang habis ditonton? Di sini lapaknya. Tiap Senin di akhir bulan kita bakal ngobrolin film-film yang berkesan (entah kesan buruk atau kesan menyenangkan). Mau bahas film dari ‘buku yang difilmkan’? Boleh. Mau bahas film dari ‘film yang dibukukan’? Monggo. Mau bahas film dengan dikaitkan ke buku tertentu? Ndak dilarang. Satu anggota grup WhatsApp KBY yang ditunjuk dipersilakan bercerita dengan gaya bagaimana saja.

#SelaSastra: Konsep #SelaSastra adalah gosip berfaedah seputar hal-hal yang lagi hangat di dunia sastra. Tema dipilih oleh PIC #SelaSastra. Kalau PIC lagi iseng kepingin undang tamu dari luar grup atau tunjuk anggota untuk mengisi, bisa saja diwujudkan. Digelar setiap Selasa ketiga, sekali dalam sebulan. Anggota grup WhatsApp KBY diharapkan aktif mengikuti gosip; dari melemparkan komentar receh sampai mengkritik pakai teori tertentu, sumonggo. Ini sebagai latihan anggota KBY untuk mengungkapkan pendapat, uneg-uneg, pikiran, suara. Lha, kalau mengungkapkan pendapat saja sulit, gimana kamu mau mengungkapkan perasaan ke gebetan, Mblo?

#RaBuku: Digelar setiap Rabu pertama, sekali dalam sebulan. Seperti sebelum-sebelumnya, salah satu anggota grup WhatsApp KBY akan ditunjuk oleh PIC #RaBuku, diminta mengulas satu buku yang sudah dibaca. Setelahnya, anggota lain diperbolehkan bertanya atau menanggapi. Ini bisa jadi salah satu cara buat kamu tahu buku-buku yang mungkin belum kamu baca. Kalau sudah tahu ya Alhamdulillah, berarti nggak perlu kode, jadi langkah selanjutnya lebih mudah… *ini apa*

#KamisLebihDekat: Suka mbribik? Ini momen yang tepat buat mbribik. Kurang baik apa KBY sama kamu, Mblo? #KamisLebihDekat digelar setiap Kamis kedua, satu kali dalam sebulan. Salah satu anggota grup WhatsApp dipilih oleh PIC, diminta mengisi form untuk kemudian ditanya-tanya oleh anggota lain. Pertama-tama, PIC akan memperkenalkanmu sesuai form yang sudah kamu isi. Setelah itu wawancara singkat oleh PIC, baru kemudian jomblo-jomblo haus tatih-tayang di grup WhatsApp KBY boleh bertanya. Pertanyaannya bebas, asal sopan dan diharap nggak memicu konflik.

#JumatBarokah: Kalau di #SelaSastra temanya terbatas di seputar sastra, maka di #JumatBarokah temanya lebih luas. Mau membahas politik? Filsafat? Sejarah? Fisika? Metafisika? Kedokteran? Biologi? Psikologi? Neurosains? Dari bidang apa saja, oke. PIC akan menunjuk satu orang anggota untuk pancingan tema, alias kasih sedikit materi sebelum gosip berlanjut berjamaah. Anggota yang ditunjuk PIC bebas memilih tema apa saja. #JumatBarokah digelar setiap Jumat ketiga, sekali dalam sebulan.

#SabtuKenangan: Sepandai-pandainya pembaca kabur dari realita, pasti akan tersandung kenangan jua. Pepatah sahih. Sebagai komunitas baik hati dan peka, maka kami bikin program ini buat kamu, Mblo. Digelar setiap Sabtu pertama, sekali dalam sebulan. PIC akan melemparkan tema-tema berbau nostalgia dan anggota-anggota grup WhatsApp KBY diminta buat cerita soal tema tersebut yang berkaitan sama diri sendiri. Misal PIC melempar tema bekal makan siang, kamu bisa cerita bagaimana dulu menikmati bekal makan siang berdua gebetan di belakang gedung kantor atau di dalam kelas. Kalau mau sambil nangis boleh kok, Mblo. Nanti suara isak tangisnya kirim via voice note, yhaa~

#MingguSeru: Hari Minggu gabut? Tenang, di setiap Minggu kedua KBY akan menyediakan lapak untuk hore-horean. Siapa pun anggota grup WhatsApp KBY boleh melempar teka-teki, tebak-tebakan, kuis berhadiah, kuis nggak berhadiah, apa pun. Seharian itu kita bakal seru-seruan, Mblo~

Masih merasa program-program di atas kurang ntaps sebab kebanyakan cuma di grup WhatsApp? Baiklah kalau itu maumu, Mblo. Kami akan muncul ke hadapanmu!

Program Offline

#BBK: Apa itu #BBK? #BBK alias Bengong Bareng KBY adalah tradisi mulia yang diturunkan dari sesepuh pendiri KBY. Kita kumpul, srawung, ngopi, nyamik, sebulan sekali. Kita akan bahas buku secara offline. Akan diundi lima orang dari anggota grup WhatsApp KBY sebagai pembahas buku. Anggota yang dapat undian menyerahkan judul buku untuk dibahas, kemudian kita mengumpulkan suara untuk memilih satu judul. Satu (dari lima judul buku yang diajukan) yang mendapat suara terbanyak akan dibahas di bulan selanjutnya. Siapa yang bahas? Yang mengajukan judul. Bagaimana pembahasannya? Bebas, Mblo. Boleh dimulai dari ringkasan isi cerita, atau mau pakai pisau bedah tertentu, semua sah. Setelah pembahas selesai membahas, semua anggota yang datang boleh menanggapi, bertanya, atau menggenapi. Ciee, kamu akhirnya digenapi…

#GoesToPublisher: Setiap dua bulan sekali kita bakal berpiknik ke salah satu penerbit di Jogja, Mblo. Apa manfaatnya? Sebagai pembaca kamu bisa dapat sedikit gambaran bagaimana buku-buku yang dibaca itu bisa sampai ke tanganmu. Bagi yang merangkap penulis, ini saat tepat buat kamu mbribik—ya sesekali mbribik yang lain selain buat nyari pasangan.

#KBYStreetLibrary: Program baru dari KBY ini dibikin untuk menyebarkan kecintaan membaca, sekaligus membuktikan kalau Indonesia bukan kekurangan minat baca, cuma dompetnya masih seret saja buat beli buku. Iya, sudah dibilang kami tuh baik dan peka. Tempatnya bergerak dari titik satu ke titik lainnya, dan akan diberitahukan beberapa hari sebelum perpustakaan digelar. Koleksinya? Dari anggota KBY, dong. Sayangnya koleksi-koleksi ini belum bisa dibawa pulang. Kamu mesti baca di tempat, Mblo. Perpustakaan keliling ini rencana dibuka Maret nanti dan akan berlangsung tiga bulan sekali. Are you ready, Kids? I can’t hear yooouuu~ *you sing you lose*

#BerpiknikBersamaKBY: Singkatannya juga BBK, tapi jangan sampai tertukar sama Bengong Bareng KBY ya, Mblo. Sekali lagi, sebagai komunitas yang baik dan peka, kami paham banget selain baca buku kamu juga butuh jalan-jalan keluar; buat baca buku. Enggak, bercanda. Keluar buat main maksudnya. Program ini akan dimulai pada bulan April, empat bulan sekali. Kita lepas stres dengan main ke tempat-tempat yang—punya usulan? Luar kota, dalam kota, luar planet, ayo kita mangkat! Nah, tunggu apa lagi? Lekas angkat jangkar dan kembangkan layar~

#KBYBerbagi: Biar tampak sedikit berfaedah, kami mesti memberikan sesuatu pada sekitar. Dilaksanakan bersamaan dengan #BerpiknikBarengKBY, kegiatan ini (#KBYBerbagi) bisa dilakukan dengan beragam barang sumbangan, suka-suka penanggung jawab program ingin ‘memalak’ apa dari anggota KBY untuk diberikan ke luar KBY. Barang dikumpulkan saat piknik, dan penyerahan barang ke target dilakukan sesuai jadwal yang dicanangkan (dan bukan nggak mungkin jadwal berubah karena satu-dua hal). Barang apa yang disumbangkan? Buku, bisa jadi; baju, mungkin saja; mainan, bukan mustahil; yang pasti kita nggak berbagi kekasih. Lha piye, kekasih we ra nduwe, Mblo~

Masih kurang seru juga? Pantas kamu jomblo menahun, kamu banyak maunya. Siapa sih yang kuat diginiin, Mblo?

Tapi kalau menurutmu ini kesempatan buat mengentaskan kejombloan yang melekat selengket lem aibon, segera gabung sama kami~ Daftar via WhatsApp ke nomor 0857 – 2930 – 3056 atau 0815 – 7806 – 3717

Kami tunggu kehadiranmu, Mblo~

Reading can be fun! #BukanProdukLapakSebelah

4th Klub Buku Yogyakarta

0a75543b705f24fab2e733b9ddf79738

Empat tahun yang lalu, Klub Buku Yogyakarta resmi ‘dibentuk’. Bermula dari sebuah akun twitter bernama @klubbuku_Yogya yang kemudian merambah hingga group WhatApp, group FB, wordpress, tumblr hingga kini sudah memiliki akun instagram.

Empat tahun yang lalu, Klub Buku Yogya hanya memiliki beberapa orang follower saja dan kini sudah mencapai 1300an lebih, sebuah pencapaian yang tidak diduga.

Empat tahun berlalu, sudah banyak suka cita yang dilalui KBY bersama dengan sahabat Klub Buku Yogya lainnya.

Empat tahun berlalu, semoga kedepannya KBY bisa lebih baik lagi dan menjadi salah satu komunitas buku yang bisa membanggakan Yogyakarta serta Indonesia.

#BBK April 2016

April

Hai teman-teman KBY dimanapun berada. Apa kabar? Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya ya.

Oya, pada kesempatan kali ini, kami akan mengumumkan mengenai #BBK bulan April 2016.

Bulan April selalu identik dengan Hari Kartini. Ada yang tau setiap tanggal berapa kita memperingati Hari Kartini?

Nah karena itu, sepertinya akan lebih afdol kalau kita berbincang-bincang, mengupas lebih dalam lagi mengenai RA Kartini dan semangat perjuangannya pada #BBK Bulan April 2016.

Untuk #BBK April 2016 sendiri akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 24 April 2016 di Dongeng Kopi, jam 12.30 – 15.00.

Lalu bukunya gimana?

Untuk #BBK kali ini, teman-teman sila membekali diri dengan segala macam bahan bacaan yang terkait dengan ‘Kartini dan Emansipasi’. Tidak terbatas pada satu buku atau bahan bacaan tertentu saja.

Dan seperti biasa, nggak lengkap #BBK tanpa kehadiran #KadoSilang. Jangan lupa, bawa satu buku yang dibungkus dengan kertas koran yang akan kita tukarkan pada hari H.

Untuk informasi lebih lanjut, sila mention @klubbuku_Yogya

Terimakasih.