Rabuku 26 September 2018

Buku : Madre

Penulis : Dee Lestari

Penerbit : Bentang Pustaka

Pengulas Rabuku : Rahmat Ridwan

 

“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak seperempat Tionghoa, nenek saya ternyata tukang roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

Buku ini berisi 13 karya fiksi & prosa pendek. Ditulis dari tahun 2011-2017. Bukan cuma tema cinta-cintaan yang disuguhkan dalam antologi ini, melainkan berbagai tema lainnya; perjuangan sebuah toko roti yang mati suri, prosa kecil tentang dialog antara Ibu & janin yang masih di perut, kemerdekaan, dan prosa untuk persahabatan.

Madre.

Dimulai dari tokoh utama bernama Tansen; kulitnya hitam menggelap, hidungnya panjang, rambutnya kribo, terlihat kumel & dekil. Tercetak jejak Tionghoa & keturunan India. Nama panjangnya Tansen Roy Wuisan. Continue reading “Rabuku 26 September 2018”

Rabuku 03 Oktober 2018

Buku : The Smong Wave from Simeulue: Awakening and Changing

Pengulas : Maulina Muzirwan

 

Buku yang akan diulas dalam Rabuku malam ini berjudul The Smong Wave from Simeulue: Awakening and Changing. Penulisnya buku ini adalah Teuku Abdullah Sanny, yang juga merupakan dosen di ITB.

Buku setebal XXXII + 320 halaman ini sendiri diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue, pada tahun 2007, kurang lebih tiga tahun setelah gempa dan tsunami melanda ujung barat Indonesia.

Menariknya, buku ini dilengkapi dengan terjemahan bahasa Inggris yang diposisikan berdampingan. Jadi bisa dikatakan buku ini cukup ramah bagi para pembaca asing yang ingin mengetahui lebih banyak tentang buku ini.

Buku ini sendiri, terdiri dari 6 bagian, ya kurang lebih seperti laporan penelitian lapangan lah. Ada bagian pendahuluan (pada buku ini disebut prologue), sejarah mengenai Kabupaten Simeulue, sistem peringatan dini tradisional, dan penutup.

Diantara teman-teman, sudah adakah yang sebelumnya mendengar atau mengetahui tentang Smong? Continue reading “Rabuku 03 Oktober 2018”

Program Baru 2018

Halo, rekan-rekan Klub Buku Yogyakarta!

Tahun sudah berganti, KBY pun berubah dalam beberapa hal. Sabtu (20/1) kemarin diadakan rapat internal dan terjadi reorganisasi. Hari itu kami juga rapat agenda apa saja yang akan kami coba adakan selama tahun 2018. Kami butuh dukungan rekan-rekan agar semua program dapat dijalankan dengan baik. Jadi, inilah program kami di tahun 2018 berdasarkan hasil rapat:

A. PROGRAM OFFLINE

Program offline adalah program yang memungkinkan para anggota KBY dan teman-teman lain untuk bertatap muka. Kapan saja kita bisa berjumpa?

  1. BBK (Bengong Bersama KBY)

Bengong Bersama KBY atau yang sering disingkat BBK adalah kegiatan rutin bulanan KBY untuk bertatap muka dan berdiskusi membahas satu buku yang sudah ditentukan sebelumnya. Satu orang anggota KBY akan ditunjuk untuk jadi pemantik diskusi dan koordinator kegiatan online akan bertugas menjadi moderator untuk menggiring diskusi agar kondusif. BBK pertama akan diadakan Februari ini. Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Perpustakaan Jalanan

Setelah absen sekian lama, kali ini perpustakaan jalanan akan kembali hadir melapak beberapa koleksi KBY untuk dibaca teman-teman semua. Perpustakaan jalanan direncakan akan digelar pada bulan Maret, Mei, Juli, September, November. Apa sih perpustakaan jalanan?

Perpustakaan jalanan adalah perpustakaan yang dibuka di jalan, semua orang boleh berkunjung dan membaca di tempat. Bukunya belum bisa dibawa pulang, ya. Oya, kadang kami menyediakan kesempatan untuk mewarnai di tempat untuk teman-teman atau adik-adik yang ingin mewarnai. Tempatnya di mana? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. KBY Goes To Publisher

Yuk, kita berkunjung ke penerbit-penerbit yang ada di Yogyakarta untuk tahu seperti apa sih proses pembuatan buku! KBY goes to publisher rencananya akan diadakan 4 bulan sekali dimulai dari bulan April, Agustus, terkahir Desember 2018. Akan ke mana saja kita? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Workshop

Melihat antusiasme rekan-rekan datang ke workshop di Tahun Baru di JBS Musim Kelima kemarin, kami mengagendakan untuk mengadakan workshop lagi. Materi apa, kapan, dan siapa pematerinya? Pantau akun medsos kami untuk info lebih lanjut, yaa~

 

  1. Nonton Bareng KBY

Nah, ini nih agenda yang cukup seru: nobar. Tahun ini kami akan menggelar Nobar KBY untuk kemudian dilanjut berdiskusi tentang film yang selesai ditonton. Rencananya, nobar akan diadakan pada bulan Juni dan Oktober. Tunggu info lebih lanjut, yaa~

 

 

B. PROGRAM ONLINE

Program online adalah program yang diadakan tanpa perlu tatap muka, dilakukan remote via internet. Apa saja program online KBY tahun 2018?

  1. Diskusi Mingguan

Diskusi Mingguan adalah diskusi yang akan dilaksanakan rutin di WhatsAppp Klub Buku Yogyakarta dan semoga terjadwal. Hari-hari tersebut kami akan menunjuk salah satu anggota kami untuk menjadi pemantik diskusi dan diskusi akan dipandu oleh seorang penanggung jawab (PIC). Kami punya #SeninMovie untuk mengulas film, #SelaSastra untuk membahas dunia sastra, #RaBuku untuk membahas buku, #KamisLebihDekat untuk kepo-in sesama anggota KBY, #JumatBarokah untuk membahas segala hal yang barokah (filsafat, seni, cara mengupas nenas, dll), dan #SabtuKenangan untuk membahas hal-hal yang sudah terjadi di masa lampau tapi masih membekas di ingatan.

Berikut jadwal diskusi:

JUDUL DISKUSI JADWAL DISKUSI
#SeninMovie Minggu pertama dan ketiga
#SelaSastra Minggu kedua dan keempat
#RaBuku Minggu pertama dan ketiga
#KamisLebihDekat Minggu kedua dan keempat
#JumatBarokah Minggu pertama dan ketiga
#SabtuKenangan Minggu kedua dan keempat

 

  1. Satu Hari Satu Review

Agenda baru KBY yang satu ini diadakan di Instagram. Kalian yang belum bergabung jadi anggota juga boleh ikut mengirimkan ulasan buku dengan cara mengontak admin di kolom komentar atau DM.

 

  1. Satu Bulan Satu Tulisan

Sesuai permintaan rekan-rekan, tahun ini akhirnya KBY punya wadah bagi rekan-rekan yang senang menulis. Satu Bulan Satu Tulisan adalah program di mana setiap bulan akan ada satu tema yang dilempar di grup WhatsApp dan teman-teman bebas boleh menulis apa saja (esai, puisi, prosa) sesuai tema yang diberikan. Tenggat waktu akan diberikan di akhir bulan. Hasil tulisan kemudian akan diunggah ke blog Klub Buku Yogyakarta ini.

 

Gimana? Seru-seru, kan? Bagi kalian yang tertarik bergabung, sila kontak 0856-4771-8171 atau 0857-2666-8050. Syaratnya mudah: berpartisipasi aktif di forum. Sampai jumpa di salah satu kegiatan, yaa~

 

Salam,

Pengurus KBY

#Rabuku 10 Februari 2016

After The Quake

Penulis: Haruki Murakami

Buku ini merupakan kumcer Haruki Murakami. Cerpennya sendiri berjudul Super Frog Save Tokyo. Cerpen ini ditulis kurang lebih sebagai reaksi Murakami terhadap gempa bumi di Kobe pada tahun 1993 silam.

Sebelum masuk ke cerita, mari coba kita baca kalimat pertama cerpen ini, “Katagiri found a giant frog waiting him in his apartement.” Ya, katak raksasa mendadak muncul di kamar. Syok banget kan? Hal itulah yang terjadi pada Katagiri, salah satu tokoh utama dalam cerita ini.

Super Frog Saves Tokyo berawal dari Katagiri, seorang pegawai bank menemukan katak besar sedang menunggunya di apartemennya. Pada awalnya Katagiri benar-benar syok ada katak berukuran 6 kaki di ruang tengah, dan membuatkan secangkir teh untuk diminum berdua.

Butuh waktu yg lama untuk Katagiri mempercayai adanya katak sebesar itu, dia sampai mengira itu hanya kelakuan usil temannya yg memakai kostum kodok, hingga semacam jebakan acara tv. Tapi katak itu meyakinkan bahwa dirinya sungguh-sungguh katak.

Katagiri yg bekerja pada divisi peminjaman pada bank bernama Security Trust Bank itu mengira kalau kedatangan katak itu sebagai utusan geng preman untuk berkompromi soal peminjaman. Tapi sang kodok meyakinkan kalau itu bukan utusan geng atau semacamnya. Lalu pada akhirnya si katak( Frog) mengatakan dia kesini untuk menyelamatkan Tokyo dari kehancuran. Terjadi hening yg sangat lama antara Katagiri dan Frog.

Katagiri masih saja tidak percaya dengan ucapan Frog, bahkan ia sempat mencari-cari jika ada kamera tersembunyi di sudut-sudut apartemennya. Ia masih bingung dan syok ada kodok besar berkata hal seperti itu. Lalu sebelum melanjutkan, Katagiri bertanya apa ia kodok beneran atau bukan. Frog kembali meyakinkan dengan berkoak seperti kodok. Suara itu sampai menggoyangkan beberapa lukisan.

Setelah sedikit mempercayai kalo Frog itu sungguh-sungguh kodok, akhirnya Frog kembali menjelaskan kehancuran apa yg dimaksud Frog. Jadi frog mengabarkan akan adanya gempa bumi pada tanggal 18 Febuari 1995. Gempa ini akan lebih besar daripada gempa Kobe yg terjadi bulan lalu. Frog menjelaskan seberapa menyeramkan gempa itu, mulai dari gedung-gedung akan rubuh, rel-rel commuter akan anjlok dan 150ribu korban jiwa. Dan, yang lebih mengagetkannya lagi, titik episentrum gempa itu akan berada dibawah kantor Katagiri.

Frog mengatakan ia akan kebawah gedung kantor Trust Bank untuk melawan cacing raksasa. Lalu Katagiri bertanya cacing seperti apa. Frog menjawab cacing raksasa yg hidup dibawah tanah. Jika ia marah ia bisa membuat gempa bumi. Dan sekarang ia benar-benar marah.

Katagiri menanyakan mengapa dia marah. Frog pun tidak tahu, ia hanya menceritakan kalau Worm, si cacing raksasa, biasanya tidur panjang selama bertahun-tahun. Frog merasa jika gempa Kobe itu membangunkan monster itu hingga ia marah karena dibangunkan dari tidurnya. Frog menjelaskan bahwa Worm telah membesar karena menghisap banyak kebencian dari permukaan.

Selanjutnya, Frog mengajak Katagiri untuk ikut serta dalam misi tersebut. Katagiri menanyakan why me? Frog pun menjelaskan panjang lebar tentang masa lalu Katagiri yg sejak orang tuanya wafat, sudah bekerja untuk menghidupi dua adik kandungnya. Sampai kuliah dan kedua adiknya menikah. Itu sampai mengorbankan hampir separuh hidup Katagiri, bahkan sampai Katagiri tidak punya biaya untuk menikah.

Pada akhirnya, Katagiri masih menolak dengan berbagai alasan, dari fisiknya yg lemah, tidak punya kemampuan bela diri dan lain lain. Mengapa dari sekian ratusan ribu penduduk Tokyo, harus dia. Intinya kurang lebih begitu.

Frog lalu menyinggung masalah keungan Katagiri yg juga lagi ada hutang besar pada Big Bear Trading. Hutang dengan kondisi keuangan Katagiri pada saat itu tidak memungkinkan untuk membayarnya dengan cepat. Big Bear Trading juga mempunyai semacam Yakuza sebagai debt collector, dan ada backing politik yg kuat dibelakang mereka. Frog meyakinkan kalau masalah tersebut akan selesai besok pagi, tentunya untuk meyakinkan Katagiri agar mau bergabung dengannya. Setelah berbicara seperti itu, Frog meluncur di celah pintu keluar.

Keesokan harinya di kantornya, Katagiri mendapat telepon dari Shiraloka, sorang pengacara dari pihak Big Bear Trading, dia mengabarkan pada Katagiri semua permasalahan hutang Katagiri sudah lunas, dan akan dibuatkan nota pelunasannya oleh pengacaranya. Pengacaranya juga menyampaikan agar Katagiri tidak mengirimkan kodok besar sialan itu lagi ke rumah kliennya. Katagiri hanya mengangguk.

Pada saat makan siang, Frog kembali muncul dihadapannya. Katagiri menoleh kanan kiri takut dilihat teman-temannya kalau dia sedang berbicara dengan kodok besar. Frog meyakinkan kalau cuma Katagiri yg bisa melihat dia. Katagiri menanyakan mengapa bisa membuat Big Bear Trading melunasi hutangnya? Frog hanya sedikit menakutinya, dengan teror psikologi.

Lalu, Frog kembali menanyakan kesiapan dan kepercayaan Katagiri untuk menghdapi Worm. Rupanya Katagiri masih ragu-ragu. Katagiri mempermasalahkan beberapa penyakit diabetes, rabun dekat, dan kebotakannya. Tapi Frog meyakinkan dan mengatakan bahwa ‘Tokyo hanya dapat diselamatkan oleh orang sepertimu. Dan untuk orang sepertimu, aku juga akan menyelamatkan Tokyo.”

Katagiri akhirnya mengiyakan dan menanyakan apa starteginya. Frog menjelaskan bahwa ia dan Katagiri akan berada dalam semacam lorong sepanjang 150 kaki di bawah, tempat persembunyian Worm.

Pada tanggal 17 Febuari pada sore, Katagiri menanyakan strategi buat bertarungnya seperti apa, dengan enteng Frog menjawab ‘That’s what called Silence is gold’. Katagiri menanggapi startegi si Frog dengan tidak mengerti. Dan itu hanya satu satunya cara. Katagiri menanyakan juga bagaimana jika ia ketakutan di menit-menit akhir dan kabur begitu saja? Frog akan bertarung sendiri, dia akan memukul cacing tersebut seperti Anna Karenina memukul lokomotif yg sedang berjalan.

Pada tanggal 17 Februari ketika Katagiri menuju kantornya dengan dalih lembur, dia ditembak dekat pintu masuk kantor. Ia melihat seorang pria menggunakan jaket kulit dan memegang pistol hitam dan kecil. Dan pistol itu diarahkan padanya. Muka pria itu dingin. Pria itu mengarahkan pistolnya sekali lagi kearahnya. Dan ia teringat Frog pernah bilang teror sesungguhnya adalah ketika seorang pria terbawa imajinasinya‬. Lalu Katagiri terbangun, ia berada di kasur sebuah rumah sakit. Ia melihat suster mendatanginya, ia bertanya:

K: Sekarang jam berapa Sus?

S: Jam 9.50

K: Malem?

S: Dasar aneh, pagi lah.

K: Jam 9.50 pagi pada 18 Febuari 1995? Apa ada gempa di Tokyo pagi ini?

S: Tidak ada.

Katagiri merasa Frog berhasil mengalahkan Worm.

K:  Bagaimana kondisi luka tembak saya Sus?

S: Luka apaan?

K: Luka ditembak dua kali oleh seorang pria berwajah dingin.. Bahu kanan saya tertembak

S: Anda tidak tertembak. Malah justru berbaring di jalan, pingsan biasa. Semalam saya  melihat Anda seperti bermimpi buruk, dan menyebut Frog berkali-kali..

Katagiri malah bengong.

Malam harinya, Frog mendatangi Katagiri kembali. Katagiri menyesalkan hari itu dia ada insiden  buruk yg membuatnya tidak bisa datang menyisul Frog. Frog hanya menjawab ‘tidak apa-apa, kamu adalah bantuan terbesar ketika bertarung dengan Worm’. Katagiri telah melakukan  pekerjaan besar dalam mimpinya. Frog berhutang banyak terima kasih atas bantuan Katagiri dalam kemenangannya. Katagiri merasa ia tidak melakukan apa-apa, ia bahkan tidak ingat sedang bermimpi seperti apa.

Frog menjawab, ‘tidak apa-apa, lebih baik kamu tidak perlu mengingatnya. Lokasi pertarungan dahsyat itu ada pengalaman dan kegagalan, setiap kita adalah terbatas waktu, setiap dari kita pada akhirnya akan jatuh dan kalah. Seperti apa yg Hemmingway bilang, nilai yg paling berharga dari kita bukan dari apa yg kita menangkan, tapi bagaimana kita kalah. Saya dan Anda telah bersama mencegah kemusnahan Tokyo dan 150ribu korban jiwa.

Lalu Frog menceritakan pertarungan itu, kita sudah mengumpulkan semua keberanian yg kita punya, Anda memiliki kaki dengan tenaga generator yg mengisi tempat itu dengan cahaya, Worm mencoba menakutimu dengan hantu-hantu kegelapan. Tapi Anda tetap di tempat. Kegelapan dan cahaya bertarung dengan dahsyat. Worm coba membelitku, dia melumuriku dengan lendirnya. Aku mencabik-cabiknya hingga ada banyak sayatan ditubuhnya. Tapi Worm belum ingin mati, ia membelah dirinya menjadi banyak dengan potongan yg lebih kecil.

Frog terdiam kehabisan kata-kata. Ia menceritakan kembali, Fodor Dostoesky meemiliki kelembutan yg luar biasa, dia digambarkan ditinggalkan Tuhannya. Dia menemukan kualitas berharga dalam eksistensi manusia dalam paradoks mengerikan ketika seseorang menemukan Tuhan yg meninggalkannya. Aku menemukan diriku dalam  Dostoesky ‘white light’, Frog kembali kehabisan kata kata.

Frog meminta ijin untuk beristirahat, ia sudah kelelahan. Malah ia bilang setelah mengalahkan Worm, banyak terluka olehnya. Tapi ia ingin jujur pada Katagiri bahwa ia murni kodok. Tapi dalam waktu yg sama ada dirinya yg bukan kodok (unfrog)

Katagiri tidak mengerti. Frog kembali menjelaskan bahwa kedua itu beneran dia. Itu perasaan yg ia punya, apa yg Katagiri lihat dengan matanya tidak perlu nyata. Musuh Frog adalah dirinya di dalamnya. Di dalamnya bukan diri Frog. Otak Frog berlumpur, lokomotif akan datang. Frog ingin Katagiri tahu apa yg ia katakan.

K: Sudahlah tidurlah. Kamu akan menjadi lebih baik.

F : Aku akan pelan pelan menjadi lumpur.. Namun aku..

Frog berhenti dan koma. Setelah itu, Frog mati dengan menjijikan, keluar cairan putih yg muncrat sampai mengotori ruangan, di atas mata Frog keluar cacing dan belatung yang merembet ke seluruh ruangan. Melihatnya, Katagiri sampai teriak teriak.

Katagiri dibangunkan oleh suster karena melihatnya berteriak-teriak dalam tidur. Katagiri bersimbah keringat di seluruh tubuhnya.

S: Mimpi buruk lagi? Kasian..

K: Sangat berat..

S: Apa yg anda mimpikan?

Katagiri menjadi kesulitan membedakan kenyataan dan mimpi. Ia teringat apa yg Frog katakan, apa yg terlihat dengan mata tidak perlu nyata.

K: Frog..

S: Apa yg terjadi padanya?

K: Dia menyelamatkan Tokyo dari kehancuran gempa bumi. Dan dia sudah pergi. Aku pikir dia kembali ke lumpur dan tidak pernah kembali.

S: Kau menyukai Frog, Tuan Katagiri?

K: Lebih dari siapapun..

Katagiri menutup matanya dan tidur tenang.

Kurang lebih begitulah penggalan ceritanya. Bentuknya memang cerpen tapi konfliknya sudah seperti novel. Cerita ini panjangnya sekitar 30 halaman. Menelaah cerita ini, memang ada banyak hal yg tidak masuk akal, tapi seakan Murakami meminta untuk tidak mempertanyakannya, karena itu adalah dunianya sendiri. Dunia Murakami. Sekian.

#Rabuku 3 Februari 2016

Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh

Penulis: Joe Navarro

Pernahkah merasa dianggap kurang “peka” sama orang terdekat? Jika ya, buku ini bisa menjadi referensi alternatif di rak buku, inspirasi menulis, atau jika sudah ada yang punya bukunya bisa sembari mengingat isinya kembali. Baiklah langsung saja berikut adalah gambaran kecil tentang buku Joe Navarro ini. Selamat menyimak.

Berikut ini adalah jenis-jenis statement yang sering dikatakan oleh pria dan wanita yang belum belajar untuk mengamati lingkungan mereka dengan efektif:

“Pacar saya baru saja meminta putus. Padahal saya tidak menyadari ia tidak bahagia dengan hubungan ini.”

“Saya pikir, bos cukup senang dengan kinerja saya. Saya tak sadar bahwa saya akan dipecat.”

“Guru anak saya mengatakan bahwa anak laki2 saya telah menjadi perokok aktif selama 3 tahun terakhir. Tetapi saya tak tahu akan hal itu.”

Tidak adanya kemampuan tersebut tidaklah mengejutkan. Karena sejak kecil, kita tak pernah dibiasakan untuk mengamati tanda-tanda nonverbal dari orang lain. Tak ada pelajaran di SD, SMP dan SMA atau bahkan di perguruan tinggi yang mengajarkan kesadaran terhadap situasi lingkungan sekitar. Jangan khawatir, kita dapat membaca isi hati orang lain tanpa melakukan percakapan sebelumnya, dan ini bukan hal yang tabu dan dapat dipelajari.

‘You see, but you do not observe. The distinction is clear’ (Sherlock Holmes Quote). Di sini kita akan belajar bagaimana pengamatan yang dimaksud oleh Sherlock Holmes. Membaca perilaku nonverbal/bahasa tubuh. Sebuah cara untuk menyampaikan informasi, seperti kata-kata. Tetapi “kata-kata”, yang diungkapkan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, sentuhan, gerakan fisik, postur, hiasan tubuh (pakaian/perhiasan), intonasi bahkan volume suara.

Siapapun orang yang memiliki tingkat kecerdasan normal dapat mempelajari komunikasi nonverbal, dengan tujuan memperbaiki diri kita. Faktanya sekitar 60-65% komunikasi antarpribadi terdiri dari perilaku nonverbal, dan saat bercinta, 100% komunikasi diantara pasangan terdiri dari komunikasi nonverbal.

Sejarah awalnya begini, pada tahun 1963, di Cleveland, Ohio, detektif Martin Mcfadden, seorang veteran perang berusia 39 tahun, melihat dua orang pria berjalan bolak-balik di depan jendela sebuah toko. Setelah beberapa kali melintas, kedua pria itu berkumpul di ujung jalan dan beberapa kali melintas dan beberapa kali menengok ke belakang. Karena khawatir kalau kedua orang tersebut melakukan tindakan kriminal untuk merampok toko tersebut. Dia menepuk salah seorang pria dan menemukan sebuah pistol yg disembunyikan. Detektif Mcfadden akhirnya dapat menangkap mereka dan menggagalkan rencana perampokan serta menyelamatkan nyawa sejumlah orang. Sejak 1968, peraturan memungkinkan polisi untuk menghentikan atau menggeledah individu yang mempunyai gelagat mencurigakan.

Jadi otak kita itu ada tiga bagian. Pada tahun 1953, ilmuwan pertama yang menyebut otak manusia sebagai otak triune adalah Paul Mclean. Triune terdiri otak reptil (stem), otak mamalia (limbic), dan otak manusia (neocortex). Nah otak limbic lah yang memainkan peran terbesar dalam mengatur ekspresi nonverbal dan dianggap sebagai otak yang paling jujur, sedangkan otak neocortex lebih komplek, bertanggung jawab atas kognitif (kesadaran) dan ingatan. Otak neocortex dianggap sebagai otak penipu, lebih proaktif daripada lambic yang lebih reaktif.

Lalu Respons dari otak Limbic itu ada 3, yang disebut 3F:

1. Membeku (Freeze): Ketika kita dimarahi orangtua sewaktu kecil kita memilih diam, itu adalah contoh dari respons membeku.

2. Menghindar (Flight): Contohnya ketika kita menjauh dari orang yang tidak kita suka.

3. Melawan (Fight): Contohnya membusungkan dada saat merasa terancam dan melebarkan jarak antar kaki sebagai penanda penguasaan wilayah.

Rata-rata kebanyakan orang dianggap tidak peka, oleh karenanya pembahasan selanjutnya akan langsung ke bagian terpenting dari buku ini, yakni mengetahui arti dari tiap tindakan bahasa nonverbal orang lain (mengetahui isi hati orang lain). Berikut contoh tindakan-tindakannya:

– mengangkat pundak dan menundukan kepala artinya kehilangan kepercayaan diri/rendah diri.

– menutup mata dengan tangan mengindasikan kebingungan, ketidakpercayaan, atau ketidakpuasan.

– sentuhan/usapan dibagian lekukan leher, leher, dahi, pipi biasanya untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

– tangan yang menyilang dan mencengkram dengan kuat mengindikasikan ketidaknyamanan.

– memicingkan mata disaat marah atau terganggu akan sesuatu yang tidak kita sukai.

– ibu jari dikantong menujukan status dan kepercayaan diri yang rendah.

Banyak yang sering menyebut bahwa mendeteksi kebohongan itu biasa menggunakan volume suara kecil, dan berjeda seperti sedang merangkai kata, lalu dengan gerak-gerik yang kurang nyaman. Namun, mendeteksi kebohongan itu paling susah dideteksi kak kata om Joe itu, bisa saja gejala yang disebutkan tadi karena gugup, kita cuma bisa memojokan si tersangka buat ngungkapin kejujuran, tanpa si tersangka menyadari kita sedang mendeteksi kebohongannya.

If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle, Sun Tzu.

Di tiap babnya, buku ini diisi dengan contoh kasus yang sering dihadapi Joe Navarro sebagai Agen FBI, jadi semacam Sherlock Holmes dikehidupan nyata. Selain itu, buku ini juga dilengkapi beberapa gambar pendukung, contohnya seperti berikut:

Tambahan saja, dulu bahasa nonverbal belum bisa dibuktikan secara ilmiah dan orang-orang enggan mempelajarinya walau sering berhadapan dengan komunikasi ini tetapi sekarang bisa dibuktikan seperti dengan alat pendeteksi kebohongan atau semacamnya. Bahasa tubuh kerap kali lebih jujur dari pernyataan verbal seseorang. Dan faktanya, para peneliti mengatakan bahwa yang dapat membaca dan memahami komunikasi nonverbal secara efektif serta mengatur bagaimana orang mempersepsikan dirinya akan menikmati kesuksesan dalam hidupnya dibanding yang tidak (Goleman, 1995, hal. 13-92).

Sampai di sini, jika ada yang bertanya spesifik pembahasan komunikasi nonverbal mengenai cinta, ada judul tersendiri bukan karya Joe Navarro, judulnya Love Signals. Sekian.

#Rabuku 13 Januari 2016

Kitab Omong Kosong

Seno Gumira Ajidarma

Cerita berawal dari serbuan bala tentara Ayodya yang di pimpin Sri Rama yang di panglimai adiknya Laksmana, dengan nama “Persembahan Kuda” di mana Sri Rama melepaskan kuda putih dan setiap negara yang di lewatinya harus tunduk dan patuh terhadap Sri Rama. Ada yang langsung menyerah tapi juga ada yang bela negaranya dan konsekuensinya harus berperang dengan pasukan kuda yang di pimpin Laksmana yang sudah sangat masyhur namanya dalam dunia perang. Dengan prajurit kurang lebih dua ratus ribu penunggang kuda di tambah dari sekutunya Alengka dan prajurit wanara dari Goa Kiskenda, siapa yang mampu mengalahkan? Semua yang telah melawan pasti akan kalah, kota mereka akan hancur dan di bantai habis.

Tapi siapa sangka pasukan hebat itu akhirnya menyerah oleh dua anak remaja Lawa dan Kusa. Siapa sebenarnya mereka yang mampu mengalahkan kedahsyatan pasukan Sri Rama, bahkan Laksmana yang sudah menundukan raja-raja di negara anak benua bisa di permalukan?

Meski sebelumnya Lawa dan Kusa sudah bertarung selama hampir satu minggu dengan pasukan Ayodya di tambah pasukan Wanara yang di pimpin langsung Hanggada Wanara sakti yang hanya kalah oleh Sang Hanuman pun mampu di kalahkan oleh Lawa dan Kusa.

Akhirnya Laksmana mengirim pesan ke Sri Rama di Ayodya bahwa dirinya dan pasukannya kalah oleh Lawa dan Kusa. Lalu Sri Rama mengirim pesan ke Hanuman agar turun dari pertapaanya dan melawan Lawa dan Kusa. Tapi Hanuman menolak dan kembali bertapa. Kenapa? Karena dulu Sri Rama menyuruh kembali ke pertapaanya kala dia mengingatkan Sri Rama saat rakyat Ayodya mengusir Sinta karena mempertanyakan kesucian Sinta selama di culik Rahwana, meski sudah di buktikan dua kali. Pertama dengan cincin, jika masuk ke jari Sinta maka masih suci. Ternyata masuk berarti Sinta “masih suci”. Kedua dengan upacara “Sinta Obong’ di mana Sinta di bakar jika terbakar maka sudah tak suci lagi, tapi Sinta tetap utuh dan memang Sinta adalah wanita yang masih suci.

Lalu siapakah Lawa dan Kusa? Well, masih ingatkan tentang pengusiran rakyat Ayodya terhadap Sinta karena mempertanyakan kesuciannya?

Akhirnya Sinta pergi dari Ayodya dan terjebak di hutan tanpa arah tujuan, waktu itu Sinta dalam keadaan mengandung anak Sri Rama, setelah berbulan bulan di dalam hutan akhirnya Sinta di temukan oleh pertapa yang bernama Walmiki yang juga seorang penulis cerita. Bersamanyalah Sinta akhirnya hidup di hutan sampai akhirnya melahirkan putra kembar yang diberi nama Lawa dan Kusa. Jadi Lawa dan Kusa adalah anak kandung dari Sri Rama.

Lawa dan Kusa adalah anak yang jenius. Dengan bantuan Sinta dan Walmiki, mereka mampu menguasai berbagai macam ilmu, dari kanuragan, seni dan alam. Pada akhirnya merekalah yang berhasil mengakhiri “Persembahan Kuda” yang di lakukan Sri Rama, Ayah mereka sendiri.

Setelah Persembahan Kuda selesai, negara anak benua seperti tanpa peradaban, kota-kota hancur, kerajaan tiada pemerintahan, banyak gelandangan, barisan pengungsi pasti di temui di tiap jalan, saling berebut kekuasaan dan saling bunuh adalah hal yang lumrah saat itu.

Satya adalah pemuda berumur 16 tahun yang ikut menjadi korban Persembahan Kuda, seluruh keluarganya hancur dan desanya porak poranda rata dengan tanah. Pada akhirnya dia menjadi seorang pengembara tanpa tujuan. Dan, siapa sangka takdir akan membawanya ke suatu perjalanan yang luar biasa tanpa ia duga sebelumnya hingga akhirnya perjumpannya dengan Maneka menjadi sebuah petualangan yang mengubah kehidupan umat manusia.

Lalu siapa Maneka?

Maneka adalah wanita budak belian (maaf, pelacur), dari kecil dia hidup di rumah bordil. Ayahnya yang menjual Maneka sewaktu masih kecil ke rumah bordil tersebut hingga kini menjadi dewasa berumur 20 tahun.

Sebuah takdir membawa mereka ke suatu petualangan yang luar biasa. Jadi, pada suatu malam Maneka bermimpi didatangi kuda putih yang melompat dari jendela dan langsung masuk kedalam tubuhnya lalu menempel di punggung Maneka yang juga ada rajah kudanya. Tapi anehnya, seisi kota di buat gempar dengan datangnya kuda putih dari padang rumput kemudian masuk ke kamar Maneka lewat jendela. Saat Maneka terbangun teman-temannya penghuni rumah bordil tersebut sudah berada di kamar Maneka dan menanyakan tentang kuda putih tersebut. Maneka bingung karena itu hanyalah mimpi tapi juga menjadi kenyataan. Lalu temannya yang bernama Sarita melihat punggung Maneka, benar adanya kalau di punggung nya memang ada rajah “Kuda Putih” tersebut.

Setelah kejadian itu hidup Maneka menjadi hancur, di mana setiap orang pria dan wanita ingin tidur dengannya, setiap hari antrian panjang selalu ada hanya ingin tidur dengan Maneka, bahkan pernah dalam satu malam Maneka harus melayani seribu orang. Gila!

Akhirnya Maneka memutuskan untuk lari dari rumah bordil tersebut, dibantu Sarita dan seorang pengelana mereka berusaha kabur dari kota. Tapi naas di saat mereka sudah bisa keluar dari pintu gerbang kota para penjaga mengetahui kalau mereka adalah pelacur yang lari dari rumah bordil, kalau sampai tertangkap mati adalah hukuman yang mereka dapat.

Akhirnya Maneka bisa melarikan diri, tapi Sarita bunuh diri demi melindungi Maneka, teman sejatinya. Persahabatan yang luar biasa. Lalu bagaimana nasib sang pengelana? Ia juga tewas terpanah saat berenang di sungai bersama Maneka.

Maneka yang tidak bisa berenang akhirnya minta tolong keseorang pemuda yang sedang menggembala kambing di pinggiran sungai. Dengan cekatan ia berenang dan mampu menyelamatkan Maneka.

“Siapa namamu anak muda?”

“Satya, kamu?”

“Maneka.”

Dan petualangan yang tanpa mereka duga pun dimulai. Takdir menentukan mereka akan menjadi bagian penting sejarah baru di anak benua. Maneka lalu bercerita tentang dirinya dan alasan mengapa kabur dari rumah bordil. Selain karena sudah tidak kuat dengan apa yang terjadi di sana, dia ingin mencari Walmiki!

Lalu apa hubungan Maneka dengan Walmiki sang pertapa juga penulis cerita, hingga Maneka ingin mencari meski belum pernah sekalipun seperti apa sosok Walmiki?

Satya yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Maneka bersedia menemaninya mencari Walmiki. Tanpa arah tanpa tujuan. Meski hanya menggunakan pedati yang di tarik sapi benggala. Tapi itu bukan sembarang sapi.

Lalu apa mereka berhasil menemukan Walmiki sang penulis cerita?

Begitu banyak kejadian yang menimpa pada mereka dalam pengembaraanya mencari Walmiki. Merekapun bertemu dengan sang Hanuman wanara sakti dan suci dari Gua Kiskenda. Dan tanpa sengaja mereka mendapatkan sebuah peta yang entah Satya dan Maneka tidak pernah tahu dimana tempat yang berada di peta tersebut. Sampai ada yang bercerita bahwa peta tersebut adalah tempat dimana sebuah kitab berada, dan nama kitab tersebut adalah “KITAB OMONG KOSONG”. Kitab Omong Kosong sendiri terbagi dalam 5 bagian yang semuanya terpisah di tempat yang berbeda, yakni: “Dunia Seperti Adanya Dunia, Dunia Seperti di Pandang Manuasia, Dunia yang Tidak Ada, Mengadakan Dunia, Kitab Keheningan”

Jadi hakikatnya ‘omong kosong’ yang dijabarkan SGA itu begini: Kitab Omong Kosong bagian lima itu tidak ada tulisan artinya kosong. Sesuai dengan namanya “Kitab Keheningan” yang dimaksud mungkin dengan kekosongan jiwa. Segala sesuatu harus bermakna dan menentukan, jangan memulai sesuatu jika tanpa makna. Kosongkan pikiran; jernihkan dan resapi apa pun yang ingin kita lakukan.

Hikmah yang bisa diambil dari buku ini adalah, takdir itu bisa kita ubah atau diperbaiki, tergantung dari seperti apa niat kita. Walmiki telah menulis tokoh-tokoh Ramayana pada akhirnya semua tokoh membebaskan dari cerita Walmiki. Takdir yang sudah ditulis pun bisa berubah.

Selain itu, terus berusaha jangan cuma pasrah atau kalah oleh keadaan. Selama kita bisa dan mampu kenapa tidak? Itu dicerminkan dari kisah Satya dan Maneka.

Banyak pula yang menafsirkan kisah dalam buku ini merupakan salah satu bentuk tokoh menggugat penulisnya. Jadi begini, terkadang kita sebagai manusia merasa nggak terima dengan apa yang sudah digariskan. Nah SGA memberi gambaran tentang Walmiki yang menciptakan tokoh menjadi nyata dan akhirnya tokoh-tokoh tersebut menggugat tentang kehidupan mereka. Walmiki akhirnya memberi kebebasan ke setiap tokohnya tersebut untuk menentukan masa depannya. Nah mungkin yang ingin disampaikan, seperti yang disampaikan di atas bahwa takdir bisa kita ubah tergantung seberapa niat kita mengubahnya.

Sekian.

#Rabuku 6 Januari 2016

Simple Miracle

Penulis: Ayu Utami

Simple Miracles merupakan hasil kelahiran dari karya Ayu Utami sebelumnya. Setiap karya Ayu punya benang merahnya, termasuk yang satu ini, sebuah tulisan nyata tentang keluarga dan apa yang terjadi didalamnya. Ada satu anggota keluarga dapat berkomunikasi dengan arwah, ada seorang lagi yang berusaha bersifat kritis namun terbuka terhadap gejala itu, dimana sang keponakan menyebutkan jadwal wafatnya ibu dan bibi mereka. Simple Miracles merupakan bagian dari seri spiritualisme kritis, yang sebelumnya didahului dengan Bilangan Fu. Seperti dalam buku-bukunya terdahulu, Ayu membatasi dengan 3 bagian, yaitu Hantu, Tahun dan Tuhan.

Dalam bagian Hantu ada judul: Ibu Sakit, Kamar Mayat, Kisah Hantu, Konsistensi dan Reputasi, Keajaiban Kecil, Kelahiran, A-um, Teman, Arwah Teman, Wawancara, Jumat Kliwon, dan Keluarga Ayah.

Sementara untuk bagian Tahun terdiri dari: Tahun, Spiritual Kritis, Indonesia, Jawa, Alkulturasi, Doa, Ritual dan Anti Ritual, Ekses Kuasa, Ekses Cinta, Lebih Bukanlah Semuannya, dan Iman

Lalu pada bagian akhir, Ayu membaginya dengan beberapa judul: Teka-teki Standar Ganda, Doa Ibu, Doaku, Lourdes, Bibi Gemuk dan Ibu, Medium, st. Carolus, Ranjang, Rosario, Selasa Kliwon, Telepon, Sakam Maria dan ditutup dengan Mukjimat Sederhana. Ayu memberikan tambahan pada kisah nyatanya yang berjudul Lingkar Doa, 40+7 hari, dan Assumptio.

Cerita ini merupakan kisah nyata dari keluarga Ayu Utami sendiri. Dia mengambil plot dari ibu dan bibinya (bibi gemuk) tentu saja si Ayu sendiri beserta kakak-adiknya

Dalam buku ini tiap bagian tidak saling menyambung, misal bagian pertama Hantu, judul pertama yang Ayu tulis adalah Ibu Sakit, yang menceritakan bahwa pengalaman dirinya ketika membayangkan ibunya meninggal karena sakit, ceritanya pas si Ayu masih muda dan butuh sandaran menunggui ibunya yang sakit. Selesai sampai disitu saja. Lalu ganti lagi cerita yang lain terus menerus seperti itu.

Di bagian Tuhan pas judulnya Jawa, Ayu bercerita mengenai mitos Jawa penanam ari-ari(plasenta) dalam tanah dimana Bibi Gemuk, Bibi Kurus dan Cicilia bercerita bahwa ari-ari adalah teman ketika masih dalam perut. Ia tidak menjadi manusia tetapi rohnya hidup bersama kita. Sebagai orang Jawa mengenal konsep “sedulur papat lima pancer” empat saudara dan lima ditengahnya. Setiap manusia adalah si pusat itu yang memiliki 4 saudara yang senantiasa bersama mengelilingi seperti mata angin. Empat saudara halus itu ketuban,ari-ari, darah dan tali pusar. Ayu kecil bertanya pada ibunya apa ari-ari itu bernyawa ibunya tak menjawab. Semakin dewasa Ayu mengetahui hal tersebut adalah metode pengetahuan yang tidak dapat dirumuskan pada jawaban ya dan tidak.

Pada bagian Tuhan dengan judul Doaku, si Ayu dewasa tetap percaya pada doa karena ibunya. Syarat doa adalah kita tidak menutup diri. Ayu akan berdoa lebih keras apabila kekasihnya atau pacar gelapnya naik pesawat terbang. Disini Ayu bercerita bahwa hampir 20 tahun tidak beragama, tidak ke Gereja kecuali ada upacara khusus. Anehnya, waktu kecil sampai remaja dia religius. Hal yang menyebabkan dia sebal kepada lembaga agama dan para pastor yang sok kuasa,melecehkan perempuan dan anak-anak, disamping itu patriarki dan penyalahgunaan kuasa. Ayahnya wafat ketika usia Ayu mencapai 40an. Mulailah dia religius lalu menikah dengan pasangan hidup di Gereja tanpa mendaftarkan pada lembaga negara.

Dalam judul ini, seperti biasa Ayu menyisipkan kata, biasanya menyebutnya quote “kadang sesuatu hadir begitu sederhana, sehingga kita enggan mengakuinya”. Simple Miracles merupakan perjalanan spirtulisme kritis Ayu yang bertutur tentang agama, kematian, mitos jawa, dan segala apapun yang berhubungan dengan gejala yang bersifat logis dan tidak logis. Buku ini mempunyai benang merah dengan buku-buku sebelumnya terutama dengan Bilangan Fu, yang sama-sama mengusung spiritual kritis

Simple Miracles ini merupakan puncak spritualisme-nya Ayu. Pernah dalam sesi wawancara launching Bilangan Fu, Ayu berkata bahwa dia anti pernikahan dengan alasan bahwa menikah itu merupakan bentuk dari penyerahan tubuh perempuan kepada laki-laki. Nah di buku Simple Miracles ini terdapat alasan kenapa Ayu mau menikah dengan Rik. Simple Miracles itu lebih kepada pencapaian Ayu untuk membangkitkan spirit dalam hidup, ternyata dengan doa dia memiliki ketenangan. Dia akhirnya menikah.

Di dalam buku ini, banyak ditemukan quotes-quotes Ayu. Semua quote yang ia tulis, seperti seolah-oleh kejadiaan disekitar kita atau terjadi pada diri kita sendiri. Salah satu contoh quotesnya ada pada halaman 158 berikut:

“Jika suatu rahasia tidak dibukakan untukmu, maka tak sebaiknya kamu mengintip”

Kira-kira begitulah Simple Miracles. Tertarik membaca?

#Rabuku 30 Desember 2015

bule rawa

Bule rawa-rawa adalah sebuah novel fiksi karya Lonyenk Rap, pria kelahiran Mempawah, Kalbar. Sedikit info tentang penulis, Loyenk menyukai dunia baca dan menulis sejak berusia enam tahun. Ia tercatat bergabung di komunitas Cendol (cerita nulis diskusi on line).

Novel ini menceritakan kisah keseharian Abdul James Dean. Seorang anak kampung dengan tampang pas-pasan dan putus sekolah. Abdul James Dean mendapat sebutan bule bukan karena rambutnya berwarna pirang atau matanya berwarna biru khas aktor Hollywood, tapi gara-gara bapaknya penggemar aktor James Dean. Panggilan “bule” itu sekaligus merupakan ejekan berkat namanya yang bertolak belakang dengan paras anak kampung sepertinya. Kebiasaannya berendam seharian di rawa-rawa bakau sukses menambah gelarnya menjadi “Bule Rawa-Rawa”.

Berawal dari keputusan James yang tidak mau melanjutkan sekolah ke jenjang SMA yang membuat dirinya terdampar di lapak buah milik bapaknya. Bayangan berendam di rawa-rawa sambil sesekali berburu biawak pupus sudah, kini tugas berat menanti James; mengangkut berkranjang-kranjang buah dari kampung sebelah ke lapak bapaknya yang ada di pasar Mempawah. Bukan tanpa alasan si James tidak mau melanjutkan sekolah, bagi James buat apa sekolah tinggi-tinggi mengejar gelar kalau ujung-ujungnya cari kerja pun susah.

Novel setebal 144 halaman ini terkesan ringan tapi juga ada unsur sarkas di dalamnya. Lonyenk Rap sebagai penulis mampu menjembatani antara tokoh rekaannya dengan pembaca dengan bahasa yang sederhana tapi bermakna.

Sebanding lurus dengan kisah hidupnya–yang sering sial–perjalanan cinta James pun tak jauh berbeda. Pertemuannya (kembali) dengan Maryati alias Mery si kembang kampung yang cantik tapi norak membuat James jatuh hati. Namun apa daya, cintanya bertepuk sebelah tangan. Maryati alias Mery menolak mentah-mentah untuk dipersunting menjadi ratu di hati James, bahkan si Maryati juga menghina James yang membuat si bule rawa-rawa itu sakit hati.

Cinta di tolak dukun bertindak. Atas saran Kaloi, sahabat seper-rawa-nan James, si James pun mendatangi dukun multitalenta di kampungnya. Apa daya, niat hati ingin membalas dendam kepada Maryati tapi lagi-lagi nasib sial menghampiri James. Bukan Maryati yang didapat melainkan Julai, pendamping setia Maryati yang justru mengejar-ngejar James selain pocong janda.

Setelah hampir putus asa mengejar Maryati, James bertemu dengan bang Romi. Pertemuan itu mengubah hidup James. Ada pesan penting yang disampaikan bang Romi kepada James. “Bahwa untuk menjadi keren ada modal terpenting yang bukan hanya sekedar tampang ataupun uang. Modal yang bahkan bisa membuat cewek kelepek-kelepek. Si James pun mengikuti pesan bang Romi, melanjutkan sekolah di Pontianak. Setelah mengetahui si James melanjutkan sekolah. Maryati alias Mery akhirnya mau menerima cinta si James.

Setting novel ini mengambil daerah Mempawah. Walaupun cuma sedikit, hal-hal berkait lokalitas di dalam buku ini sempat disinggung, yakni tentang kurangnya perhatian pemerintah terhadap potensi tempat wisata di Mempawah, salah satunya rawa-rawa yang sering untuk berendam James.

Novel ini sempat beberapa kali ditemui unsur sarkasnya. Hal tersebut dapat ditemukan salah satunya pada bagian awal novel, yakni saat konflik antara si James dan emaknya yang memperdebatkan tentang sekolah. Dengan dalih “buat apa sekolah tinggi-tinggi mengejar gelar kalau ujung-ujungnya cari kerja pun susah” di sini Lonyenk Rap menyentil pemerintahan yang kurang mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

Bagian yang menarik dalam buku ini adalah saat si James datang ke Wak Kadol minta mantra untuk melet si Maryati. Disini si Wak Kadol justru memarahi si James kalau main pelet itu tidak benar tapi karena himpitan ekonomi Wak Kadol pun akhirnya setuju membantu si James.

Novel ini cukup menghibur. Lonyenk Rap berhasil membuat pembaca mesem-mesem sendiri dengan karakter James yang sederhana dan lugu. Gaya tuturnya mengalir dan ringan membuat pembaca turut larut dalam arus ceritanya yang gokil. Pesan yang disampaikan pun tersampaikan dengan baik kepada pembaca tentang pentingnya edukasi juga kemauan seseorang untuk berubah ke arah yang lebih baik. Kekurangan dalam novel ini adalah Lonyenk Rap kurang banyak mengangkat lokalitas di Mempawah.

Terakhir, hikmah yang didapat dari buku ini, mau sebandel apapun kita, orang tua tetaplah harus kita patuhi. Satu lagi, bahwa berpenampilan keren tidak menjamin kita mudah mendapatkan pacar kalau tidak diimbangi dengan ilmu pengetahuan. Sekian.

#Rabuku 23 Desember 2015

Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan

Penulis: Fitrawan Umar

Buku ini bisa jadi masih terlihat asing bagi khalayak publik. Yup. Karena penerbitnya (sepertinya) baru dan memang buku baru juga. Dan karenanya, ekspektasi terhadap buku ini tidaklah amat tinggi. Banyak yang tidak (baca: belum) mengenal sosok penulisnya, Fitrawan Umar alias belum pernah membaca karyanya. Penerbitnya adalah penerbit baru. Namun berkat melihat peran  editornya, membuat yakin bahwa buku ini bukan produk asal jadi.

Secara garis besar, Yang Sulit Dimengerti adalah Perempuan (YSDAP) bercerita mengenai Renja, mahasiswa jurusan teknik yang jatuh cinta (kembali) dengan teman masa kecilnya, Adel. Romansa mereka dibumbui dengan kehadiran Rustang sebagai karib Renja, munculnya “orang ketiga”, hingga ke konflik politik (khususnya Kospin) yang belum selesai. Hal-hal tersebut berkaitan dan mendukung satu sama lain; membuat novel setebal 245 halaman ini menjadi menarik dan “mudah” dihabiskan.

YSDAP bukanlah novel yang berat meski terdapat bumbu-bumbu politik di dalamnya. Dengan gaya menulis yang sederhana namun kadang menggelitik, Fitrawan Umar berhasil membuat sulit berpaling dari buku. Alhasil, buku tersebut mampu habis dalam waktu kurang dari sehari.

Kesederhanaan, rasa pas; itulah salah satu poin plus utama YSDAP. Hampir tidak ada adegan dalam buku yang membuat kening berkerut dan bertanya-tanya apakah di dunia nyata hal tersebut bisa terjadi. Tidak ada yang berlebihan–apa yang menjadikan novel ini likeable–sehingga membuat sedikit sulit menemukan poin minusnya.

Selain itu, rapi. Penulis maupun editor bekerja (sama) dengan sangat baik. Nyaris tidak ada typo dan kalimat sumbang. Jarang-jarang menemukan tulisan yang rapi begini, bahkan pada pengarang yang sudah lebih dulu punya nama.

Buku ini sarat nuansa politik atau ekonomi. Soal korupsi koperasi simpan pinjam yang benar terjadi pada saat itu, di daerah Pinrang, Sulawesi Selatan. Ada juga politik kampus; dari BEM sampai masalah OSPEK mahasiswa teknik yang terbilang kejam itu. Selain itu tentang kasus bank century juga sedikit diangkat. Oiya, ada bocoran dari editornya jika novel ini berdasarkan kisah nyata si penulis.

Salah satu hal yang menggelitik dalam buku ini adalah kisah Renja sebagai Si Aku ini menyampaikan pemikiran dan perasaannya soal hal-hal, khususnya perempuan yang dicintainya, Adel. Diceritakan juga tokoh Rustang dan ciri khasnya dalam memanggil temannya. Tokoh Rustang benar-benar menghibur dan mengimbangi tokoh utama yang lebih datar.

Ada juga kisah lainnya yaitu mengenai adegan yang berkesan dalam novel–yang manis atau sangat mengejutkan maksudnya–yang ditunggu-tunggu di novel semacam ini. Ada yang bilang bahwa menggunakan sudut pandang orang pertama dalam cerita memiliki tujuan tertentu, yakni agar pembaca bisa ikut merasakan pemikiran dan perasaan Si Aku. Dalam hal tersebut, penulis berhasil. Karakter Renja sebagai aku ditulis dengan baik sehingga pembaca bisa masuk ke dalamnya. Tapi sayang, Renja adalah tipe orang yang cenderung monoton.

Layout dan desain sampul buku ini (good job, Penerbit Exchange) ciamik sekali. Dan oh, pemilihan judulnya juga. Beberapa orang tertarik dengan YSDAP bahkan hanya dengan membaca judulnya saja. Right?

Berikut beberapa memorable quotes dalam YSDAP:

“Inti dari pertanyaanku sebetulnya adalah kenapa ia mau masuk Fakultas Teknik, tetapi kata-kata yang paling cepat sampai ke pikirannya adalah perempuan cantik. Entahlah, mungkin perempuan selalu suka dipuji, walaupun mereka sering kali menuding laki-laki sebagai penggombal sebagai tanggapan atas pujian itu.”

“Semua perempuan,” potong Adel yang telah berdiri di samping Rustang, “suka dengan laki-laki yang berjuang.”

Lagi pula, lelaki berambut gondrong punya beban dan pandangan yang cukup berat. Lelaki rambut gondrong pantang pakai payung, pantang minum susu, pantang nonton sinetron, dan lain-lain.

YSDAP melampaui ekspektasi awam. Salut dengan kerapian pengarang dalam menulis dan ketelitian editor memeriksainya. Kalau mau baca buku yang lumayan manis dan ngga bikin kepala puyeng, ini recommended banget. Buku ini cukup potensial disukai kok.

#Rabuku 16 Desember 2015

30 Pasport di Kelas Sang Profesor

Buku ini mengisahkan tentang Rhenald Kasali, salah satu dosen di Universitas Indonesia. Beliau mengampu mata kuliah pemasaran internasional. Pada suatu kali, Rhenald memberikan tugas pada mahasiswanya untuk pergi ke luar negeri seorang diri. Tapi, ada syaratnya nih. Satu negara hanya untuk satu mahasiswa dan tidak boleh mengunjungi negara yang menggunakan bahasa Melayu, contohnya Malaysia. Nah, kebayang dong gimana hebohnya para mahasiswa?

Awalnya sebagian mahasiswa risau, gimana nggak risau? Satu negara buat satu mahasiswa, nggak mengenal siapapun di negara orang. Belum lagi jika berurusan sama masalah komunikasi dan kerisauan lainnya. Hmm..

Jeng jeng..

Kira-kira bagaimana nih mahasiswa jadi pada berangkat nggak ya?

Dengan tekad dan keberanian mereka dan tentunya dukungan dari keluarga akhirnya mereka sampailah ke negara tujuan masing-masing. Banyak sekali kejadian yg bikin baper, bikin nangis, bikin ketawa. Pokoknya campur aduk!

Oya kira kira apasih alasan Rhenald kok ‘setega’ itu melepas para mahasiswanya?

Salah satunya adalah ‘self driving’. Rhenald mengajak mahasiswa menggunakan paspor mereka masing-masing adalah ibarat melepas jahitan yang ada di sayap mereka dan melatih terbang kembali menjelajahi alam semesta menjadi rajawali. Juga menjadi great driver yang pandai mengendarai kendaraan pemberian Tuhan. Memindahkan ilmu bukan dari buku ke kertas melainkan seluruh tubuh dan karakter manusia agar kelak memiliki kualitas yang lebih hebat dr guru-gurunya sendiri. Anak-anak muda yg pertama kali ke luar negeri, sendiri pula, akan berhadapan dengan banyak ketidakpastian, kegundahan, ketidakberdayaan, dan segala keterbatasan.

Dan melalui latihan self driving yg dijahit ke dalam mata kuliah, manusia belajar membentuk diri dengan self-talk, self-confidence, self-discipline, self-creativity.

Terus sebenernya mereka pada ngapain aja sih di luar negeri ? Tidur di hotel enak kah? Jalan jalan tanpa beban atau ngapain?

Yang jelas kisah mereka membuat si pembaca baper. Bukan bawa perasaan lho ya, tapi bawa perubahan. Hehehe. Dan mahasiswa yg pergi itu, bukan mereka yang fasih berbahasa Inggris, bukan mereka yg punya duit banyak, namun mereka yang mau belajar hidup yg sesungguhnya.

Meskipun banyak kejadian tak terduga yg mereka alami.

Apakah para mahasiswa kapok utk keluar negeri sendirian?

Jawabannya adalah tidak. Mereka justru ketagihan.

Pesan yang paling diingat dalam buku tersebut adalah:

‘yang kita butuhkan yaitu menghadapi warna warni situasi di dunia nyata. Yang kadang tidak dijelaskan dalam buku-buku teks. Siapa pun bisa melakukan tanpa kecuali. Siapapun bisa!’